Hari ini, sudah 2 minggu aku berhenti merokok dan mulai berhenti makan setiap kali jam 18:30 wib. Rasanya perut ini perlahan mulai mwngecil...
Cosmic Funnies
Lint Roller? I Barely Know Her
sheepfilms
Stranger Things
d e v o n
$LAYYYTER
TVSTRANGERTHINGS
NASA
Three Goblin Art
i don't do bad sauce passes

pixel skylines

Kiana Khansmith

shark vs the universe
Peter Solarz
h

No title available
Misplaced Lens Cap
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

โ

oozey mess
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from France

seen from United Kingdom

seen from China
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from Brazil
seen from United States

seen from Poland
seen from Belgium
seen from Tรผrkiye

seen from Malaysia
@ikanlayang
Hari ini, sudah 2 minggu aku berhenti merokok dan mulai berhenti makan setiap kali jam 18:30 wib. Rasanya perut ini perlahan mulai mwngecil...
5 Januari 23
Sangat rindu pada ibu. Sosok yang tepat untuk menjadi tempat curhat. Teman sekaligus guru terbaik yang memberikan saran tulus tanpa basa-basi. Memberi harapan dalam tiap ucapannya.
Harusnya, hidup adalah ilmu pasti. Apa yang kamu jalani adalah sebuah keniscayaan. Tak ada yang abadi tentang keberadaan, karena semua pasti akan juga pada ketiadaan.
Dan tentang kepergian. Beberapa akan terasa berat di awal. Kemudian berangsur menjadi kebiasaan saat permasalahan baru muncul sebagai distraksimu yang sedang fokus pada satu bentuk kesedihan.
Fokusmu hanya berterimakasih dengan jasanya. Selalu mendoakannya. Selalu.
Tidak masalah untuk sesekali menangis. Merasa kecewa atas pilihan yang kau ambil. Atau merasa berhak menolak semua tawaran yang datang kepadamu.
Kau juga boleh menepi sejenak... Rasakan segelas kopi dan pisang goreng yang kau pilih dengan segala bentuk idealisme mu.
Percayalah. Beberapa keadaan berikutnya akan membuatmu lebih sadar bahwa hidup seringkali mengajarkananmu untuk lebih realistis dan sadar bahwa menjadi idealis itu ada harga yang harus dibayar lebih, apalagi jika kau belum sukses secara finansial.
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต. ๐๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ญ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ต. ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ต๐ช๐ต๐ช๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช...
๐๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ด ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฃ๐ช๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ต๐ถ๐ข๐ด๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฌ๐ฐ๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข-๐ค๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ฎ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ.
๐๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ช๐ต๐ข๐ฎ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ช๐ญ๐ช๐ฉ, ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ถ๐ฆ๐ฏ๐ด๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ต๐ข๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ด๐ฆ๐ด ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด?
๐๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ฐ๐ฃ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ง๐ฐ๐ฌ๐ถ๐ด ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ฐ๐ญ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ข-๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ซ๐ข๐ณ ๐บ๐ข?
Hai, apa kabar?
Kalau lelah, istirahatlah...
Tidak ada yang benar-benar sesuai harapanmu secara persis. Ini terdengar tidak menyenangkan, namun inilah faktanya. Semakin menjadi perfeksionis maka semakin jauh saja dari keadaan yang diharapkan.
Beberapa kejadian muncul sebagai realita yang sesuai dengan harapan dan beberapa lain muncul sebagai sesuatu yang tidak diharapkan. Disaat itu, aku sedang belajar untuk menerima. Bahwasannya tidak apa-apa begini... Tak harus sempurna... Hanya fokus aku saja yang perlu dirubah.
Faktanya sekarang aku begitu muak diperlalukan tidak adil. Kamu boleh anggap aku sebagai orang yang sedang victim playing. Okelah gak masalah.
Tetapi jika kamu lihat yang sebenarnya mungkin kamu akan berubah penilaiannya. Aku hanya mau menulis ini aaja.
Ingat. Semua yang terlalu itu tidak baik. Bahkan dalam sebuah hubungan. Kini aku sadar bahwa aku sudah terlalu dekat dengan seseorang. Terlalu terbuka juga. Sampai beberapa rahasiaku juga kuceritakan kepadanya. Tetapi apa yang terjadi saat aku merasa lelah dan harus langsung tidur setelah pulang kerja? Ia menganggapku marah. Dan mendiamkanku tanpa alasan yang jelas.
Bentar lagi tahun baru, yaa kurang 3 bulanan. Tetapi aku masih ingat jelas saat pertama kalia dia mendiamkanku dengan cara yang sangat kekanakan. Ini melelahkan. Sungguh.
Betapa tidak melelahkannya, jika aku ingin ia segera mau ngobrol denganku, maka pilihannya adalah aku harus meminta maaf untuk sesuatu yang tidak aku lakukan. Kalau tidak yaa ia berhak mendiamkanku selama yang ia mau.
Setahun lalu aku masih memikirkannya. Benar-benar mengganggu. Karena aku tidak mau kedekatan antara kita rusak karena hal sepele ini. Aku hanya sedang malas berbicara. Kenapa juga kau anggap aku sedang ada masalah denganmu?
Namun kali ini semuanya perlahan berubah. Aku bisa melihat sisi lain. Dimana aku tidak harus kecewa atas perlakuannya. Aku hanya bisa menjadi diriku. Terserah dia mau diam atau bicara lagi padaku. Semua benar-benar terserah dia.
Aku sangat menyanyangi diriku. Dan tidak akan menyakitinya lagi hanya karena memunafikan diri seperti ini. Toh kamu juga tidak bisa menghargai? Kenapa aku harus meninta harga tinggi padamu?
Dan aku sadar sekarang. Betapa pentingnya menjadi diri sendiri.
Untuk apa menjaga hati orang-orang yang benar-benar tidak peduli dengan perhatian kita? Sedang kamu sadar, ini adalah cara terbaik untuk menyakiti diri kita sendiri karena ujungnya adalah kekecewaan. Lalu untuk apa diteruskan.
Lebih baik fokus pada apa yang ingin kita capai. Fix
Entahlah seberapa besar kebencian di dalam diri ini. Saat memandang wajahnya ingin sekali aku memarahinya. Fucklah. Semua berawal dari kebiasaan dia mungkin yang seakan tidak mau menghormati. Atau juga aku yang terlalu gila hormat. Tegur aku jika memang aku salah.
Tunjukkan aku dimana kesalahannya. Aku berjanji akan merubah cara pandangku. Agar aku tidak dikendalikan oleh perasaan yang sudah salah ini. Aku selalu berharap bisa memaafkan semua orang yang salah kepadaku karena aku sedang belajar tentang sesuatu lewat dia.
Aku sedang diberi tuhan tugas untuk diselesaikan. Dan aku harus menyelesaikannya agar tidak mengulanginya terus-menerus. Aku ingin naik kelas. Naik kesadaran ke yang lebih tinggi.
Menjadi diri yang selalu eling dan waspada, juga tetap menjadi manusia yang berguna bagi sesama makhluk. Aku ingin membahagiakan, juga dibahagiakan. Dengan semua cara yang positif.
Aku akan punya rumah id
aman yang luas dan halamannya yang juga luas. Punya mobil hummer dan honda civic terbaru. Mempunyai istri yang baik dan cocok denganku, setia. Juga memiliki anak-anak yang baik dan membanggakan.
Tiap hari adalah rasa syukurku, tiap nafasnya adalah mengingat setiap rejeki yang sedang aku niknati.
Seperti nikmat sehat dan hari-hari yang penuh keajaiban ini.
Setiap duka tak lagi lama tuk singgah karena aku selalu menyadari bahwa duka juga tidak akan abadi. Maka aku akan terima. Begitulah kira-kira masa depan yang akan aku jalani. Aku bahagia sekarang, nanti dan seterusnya.
Dimasa depan aku akan jadi diriku yang mengingat tulisan ini. Dan terimakasih karena kamu pernah menjadi saksi atas pengharapan ini.
Kadang aku merasa sangat lelah dalam menghadapi seseorang. Entah itu dari berisiknya atau pun dari diamnya yang sama-sama seperti gunung berapi. Sementara aku harus mencoba mengerti ini kenapa? Dan mengapa demikian.
Ada kalanya semua akan berakhir buram. Tidak lagi jelas hitam dan putihnya. Dan aku berada diantara keduanya. Menjadi tokoh utama yang dibingungkan oleh keadaan. Mungkin bukan aku saja. Tetapi seluruh umat di dunia ini.
Tidak henti-hentinya aku berucap terimakasih atas segala pengalaman pahit ini atau kesan manis yang sudah diberi. Aku akan mencoba cari tahu apa sebabnya. Dan aku akan mencari cara bagaimana agar aku bisa mensyukuri tiap-tiap hal di sekitarku. Sehingga aku menjadi orang yang bersyukur.
Terserah sih. Kali ini aku akan coba ikuti maumu. Ikuti caramu memperlakukanku seperti apa.
Jika kamu diam aku juga akan diam. Aku akan benar-benar bicara seperlunya. Tak perlu lagi berpikir kamu akan pergi atau minta maaf. Aku tidak lagi berharap apapun. Semuanya benar-benar terserah kamu.
Karena aku rasa kesalahanmu itu fatal. Tidak perlu mentolerir semua kesalahanmu. Aku juga manusia yang punya sisi negatif juga. Aku harus menempatkanmu pada posisi yang seharusnya. Jika kamu hadir dalam kehidupanku mewujud sebagai sampah, maka aku harus menempatkanmu juga pada tempat sampah yang sesuai. Entah nantinya kamu akan bisa didaur ulang atau tidak aku tidak tahu.
Berharap saja aku akan kembali memungutmu. Atau aku benar-benar merasa tidak memerlukanmu lagi. Kamu terlalu banyak menyumbang masalah. Bahkan di tahun pertama aku kerja bareng. Dan itu sudah cukup.
Berbahagialah diriku, aku menerimamu sepenuhnya. Dengan kelebihmu juga dengan kekuranganmu. Mari kita lebih saling memahami. Saling mengerti dan jalan beriringan. Tidak saling berebut finish juga tidak saling meninggalkan.
Disini aku dan keakuan harus selaras. Sejalan dan harmoni.
Yang harus aku ingat adalah kebahagiaanku tidak seharusnya bergantung pada orang lain. Apalagi orang yang jelas-jelas tidak selalu suka denganku. Atau ini hanya akan jadi cara bagaimana aku menyakiti diri sendiri.
Aku harus menyadari bahwa kebahagiaanku adalah caraku membahagiakan diri sendiri. Tentang sudut pandangku terhadap dunia ini, passion juga harus sering digali lagi. Bagaimana kita bisa berharap ada seseorang yang bisa membahagiakan kita? Sedang kita yang tahu kita itu butuh apa, kita maunya seperti apa, itu sudah susah. Apalagi untuk orang yang tidak tahu tentang kita?
Serius masih berharap bahwa kita bahagia dengan harapa itu???
Sebagai gambarannya. Aku ingin memiliki rumah 2 susun. Di halaman rumah cukup lapang untuk anak-anak bermain. Juga buat garasi mobil. Dan sebelahnya untuk dijadikan sebagai tempat aku bercocok tanam bunga dan tanaman yang memang aku suka.
Aku ingin menciptakan harmoni diantara keluargaku. Menciptakan kesegaran bagi mereka yang lewat dan memandang ke rumahku. Ada macam-macam tanaman obat. Ada juga tanaman hias. Semua berwarna-warni. Dan penuh dengan kupu-kupu.