Riam
Peracik : Magdalene
(Picture by Jonathan Ikemura on unsplash)
Bukan berarti ia bernama mitos jika sesuatu tidak dapat dibuktikan oleh indera dan firasat. Sebab di antara celah diam dan suara, gemuruh gemeretak di dalam tubuh seseorang yang terlampau senyap adalah wujud hakiki bahwa ia menyala dan hidup?
Bukankah indah saat akhirnya ia runtuh dalam serah? Bukankah kekuatannya tetap suar walaupun ia tidak berdiri tegak saat ombak menerpa?
Dan jika boleh, izinkan aku mendekatkan telinga sedekat mungkin pada salah satu bagian tubuh paling dekat jantung dan paru-paru, dan mendengar gemuruh yang menyambar-nyambar dari dasar hatimu.
Dan jika boleh, izinkan aku menjadi titik tolak untukmu bersuara, menggaungkan kembali bahana yang sempat hilang dari edaran bahasa dan sastra.
Karena tidak ada yang lebih indah dari diam yang kamu punya kecuali api yang menyala dari dua bilah mata gelap yang berbintang-bintang.
Ya, diam milikmu bersuara lantang berdesing-desing.
Dan diam milikmu adalah sebenar-benarnya kehidupan.











