Terimakasih Teman
Aku hampir tidak percaya bahwa ternyata banyak sekali orang yang peduli terhadap keberadaanku. Tidak hanya saat senang, namun saat aku di titik terendahku mereka pun tetap memberiku dorongan, motivasi, dan doa-doa yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya. Hatiku sangat tersentuh saat kalian satu per satu mulai memberikan kalimat-kalimat yang sangat membuatku berfikir bahwa aku adalah manusia yang beruntung! sangat beruntung! Allah masih memberiku kesempatan untuk bisa menggapai mimpiku menjadi seorang dokter, meskipun bukan di Universitas impianku, tapi aku yakin pilihan Allah adalah yang terbaik.
Terimakasih untuk temanku Nira, yang paling memberikanku support tentang arti seorang dokter sebenarnya. Kalimat yang saat ini masih teringat di pikiranku adalah “Dokter itu yang penting hatinya, bukan universitasnya:)”
Terimakasih untuk temanku Ninis, mengajarkanku tentang bersyukur, harus beryukur dengan apa yang telah aku dapat dan miliki. Jangan sampai Allah menjadikan aku orang yang kufur nikmat.
Terimakasih untuk temanku Fira, teman yang paling baik, paling mengerti, paling bijak meskipun aku tau saat ini kamu ada di titik terndahmu, tapi kamu masih saja bisa memberikan aku support-support positif untuk tetap maju.
Terimakasih untuk temanku Tobi, yang mau memahami apa yang menjadi pilihanku. Semoga kita sama-sama bisa mewujudkan mimpi masing-masing ya!
Dan masihhh banyak lagi teman-teman yang terlalu banyak apabila aku sebutkan satu-satu disini. Teman-teman di ASE kalian bukan sekedar teman, tapi keluarga buat aku. Aku yakin kalian pasti bisa mewujudkan mimpi kalian menjadi dokter yang amanah! Tetap berjuang, berusaha, dan berdoa!
Untuk teman-teman di smada, terutama untuk kelas 12-4 (Kerabat Ranjang) nggak terasa kita udah 2 tahun bareng-bareng, dan sekarang kita harus jalan masing-masing untuk melangkah lebih jauh lagi mengejar mimpi kita. Tetap menjaga silaturahmi yaa, semoga kita bisa kumpul bareng lagi pas kita sudah sukses semua!
Aku sayang kalian semua xoxo!












