Manda sayang, usiaku kini 2 bulan. Alhamdulillah aku sudah bisa mengenali suara dan wajah Manda. Ketika Manda memanggilku ada ketenangan yang menyelimuti dan ketika Manda menatapku berbinar, aku bisa membalasnya dengan senyuman lebar.
Beberapa tahun lagi, aku tidak akan ingat memori kebersamaan kita. Tautan tangan, seringai tawa, tatapan hangat, semuanya akan kulupakan. Bukan karena aku sengaja, tapi karena terbatasnya memori ingatanku.
Manda sayang, kuharap engkau berkenan mengingat selalu kebersamaan kita ini. Bukan hanya memenuhi memori hape tapi juga memenuhi memori hati. Agar kelak ketika usiaku beranjak 2,3,4 dan seterusnya di mana aku mulai bertingkah dan mungkin membuatmu jengah, Manda bisa mengingat senyuman polosku di usia ini. Di mana aku masih terbaring saja, belum bisa bolak balik tengkurap atau bahkan merangkak hingga berlari.
Terimakasih Manda, engkau berikan aku ASI yang kaya nutrisi. Juga stimulasi agar tumbuh kembangku terus meningkat. Doa-doamu yang dibisikkan pada telingaku juga sampai menghangatkan relung dada ini.
Mandaku, tak ada Papa disisi bukan berarti engkau sendiri. Tangan kecilku erat menggenggam Manda sekuat tenaga, meyakinkanmu bahwa semua akan baik-baik saja. Perpisahan ini akan mencapai ujung dengan izinNya dan kita bisa kembali bahagia berkumpul bertiga.
Pasca vaksinasi kemarin, tubuhku sakit rasanya. Tangisan kencangku membuat Manda gelisah dan tak karuan. Afirmasi yang Manda bisikkan sejak di Puskesmas sudah coba kuterapkan. Namun kesabaran yang kupunya tak mampu menahan perihnya sakit yang dirasa.
Maaf Manda, esok lusa akan kucoba tingkatkan sabar lagi. Terimakasih sudah menemani saat aku tertawa lebar, nyenyak terlelap, menangis kencang, dan rupa kondisi lainnya.
Waktu yang berlalu dan akan dihadapi kelak, semoga jadi penguat cinta kasih antara kita. Ketika Manda yang merasa sedih dan lelah, aku akan menghibur dan ketika aku penat dan penuh kesah giliran Manda untuk menenangkan.
Kita bekerja sama seperti itu setiap hari ya Manda. Sebelum tidur, seperti biasa saling berjabat tangan meminta maaf untuk luapan emosi yang belum bisa dikelola dengan baik. Tapi besok kita belajar lagi untuk terus saling mencintai.
Pelajaran hari ini,
Jangan turuti bisikan setan dalam hati untuk memperkeruh hubungan dengan sesama manusia baik yang dekat maupun nun jauh disana.
Tak perlu merasa jadi yang paling menderita karena nikmat Allah begitu berlimpah untuk kita. Belajar cukup dengan banyaknya godaan memiliki sesuatu berlebih yang banyak tersaji melalui iklan di sana sini.
Papa yang jauh disana sedang berjuang agar kita bisa kembali bersama, maka jaga terus prasangka baik padanya. Sakit yang diderita adalah bentuk sayang Allah kepada hamba, dinikmati dan diobati jangan dirutuki.
Waktu yang dipunya dalam penantian semestinya digunakan untuk mengasah kemampuan diri dengan membaca buku yang penuh manfaat. Targetan Quran diupayakan selesai, jika tilawah sulit karena batuk bisa dengan dengarkan murottal.
Esok lusa kita belajar lagi ya Manda, dan ketika malam menyapa kita refleksikan lagi pelajaran berharga apa yang Allah ajarkan pada kita.









