[SAH!]. "Saudari Rania Akhmalia, dengan judul skripsi blablablaaa... DINYATAKAN LULUS DENGAN NILAI SEADANYA." Ucap ketua majelis penguji mengakhiri ujian skripsi also known as sidang kompre. Sontak nangis! Nangis sejadi-jadinya. Inget orang tua, inget senyum ibu, inget ketawanya ayah. Keluar ruang sidang langsung SMS ibu dan bilang, "Alhamdulillah anak ibu dah lulus.". Ada pelajaran berharga hari ini. Kemarin, senin 23 desember 2017. Di diagnosa dokter kena gejala tipes. Muka pruntusan merah merah gitu, demam, diare dan segala macam penderitaannya. Paginya, selasa 24 januari alhamdulillah dikasih kekuatan buat berangkat sidang dan menjalankannya walaupun menurut aku sendiri sidang ga berjalan semulus yang aku harepin. Skripsiku topiknya computer networking, implementasi protokol internet of things gitu deh. Dan yah! Karena implementasi maka harus ada yang di-demo-kan. Pas demo, entah lah alatnya lagi ga mood kali ya, dia error sendiri tau tau. Pas subuh aku testing itu bisa jalan dengan lancar. Langsunglah mental aku down sampe pertanyaan yang harusnya aku bisa jawab, aku mendadak gagu dan bingung mau jawab apa. Pelajaran yang bisa diambil. Persiapan mental itu penting. Malah setelah sidang ini, aku sadar bahwa persiapan mental adalah yang nomor 1. Karena tanpa mental yang kuat, penguji akan semakin menajamkan taringnya buat nyerang kita. Brace urself everyone! Pelajaran yang lain adalah bersyukur. Bersyukur karena target waktu masih maba tercapai. Dinyatakan lulus dengan IPK yang juga sesuai target. Terima kasih buat temen-temen yang bersedia ngeluangin waktu dateng kekampus. Makasih hadiah-hadiahnya. Makasih yang uda personal message ngucapin selamat ataupun ngucapin selamat di group. Btw banyak yang ngamuk karena ga aku kasih tau aku sidang. Cuma beberapa orang aja yang ku kasih tau. Maaf ya. Sekali lagi terima kasih. Semoga Allah swt membalas kebaikan kalian. -Malang yang lagi ujan, 24 Januari 2017. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1724 #catatanawkarans (at Fakultas Ilmu Komputer Brawijaya)









