Tidak Lagi
Kita tidak lagi berbicara tentang alasan. Sebab rasa tak perlu lagi dirahasiakan. Senang, susah, rindu, marah, kesal, kecewa.
Kita tidak lagi sibuk memberikan pernyataan. Sebab kita tahu betul bahwa cinta itu tentang mendengarkan. Menahan ego karena tahu pahitnya hilang kesabaran. Tidak ingin terluka, tidak ingin melukai.
Kita tidak lagi takut kehilangan. Sebab sedemikian jelas aturan tentang menjaga perasaan: menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Tiada keraguan.
Kita tidak lagi malu mengupil ditengah percakapan, kentut disela keheningan, menangis tiba-tiba, lalu berpelukan. Sebab untuk itulah kita diciptakan : melengkapi kekurangan, menerima perbedaan. Bersama menuju kebaikan.
Kita tidak lagi tentang aku dan kamu. Sebab kini ada yang nyempil disetiap malam-malam kita. Malam kita bertiga. Aku, kamu, dan Rayya. Hening yang memperjelas dengus nafas kecilnya. Bau tubuhnya yang selalu kau suka. Dan aku yang cinta, menyelipkan lenganku diantara tubuh Rayya. Dan kamu, yang kemudian mencium kening Rayya, memeluk kita bertiga.
Aku tidak akan jera, menjadi sebaik-baik hamba. Tidak lagi. Sebab bersamamu, semua lengkap, dan sempurna. Meski berulang jatuh dan terluka, cukup kau dan Rayya, hadiahNya.
Depok, 28 Februari 2019
jamikanasa







