Ikhlas
Diriwayatkan dari Ustadz Abdul Qasim Al-Qusyairi rahimahullah ia berkata : “Ikhlas ialah meniatkan ketaatannya hanya untuk Allah semata; maksudnya dengan ketaatannya tersebut ia hanya bertujuan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala bukan karena mengharap hal lain dari respon makhluk, mengharap pujian orang, menyukaipujian dari manusia, atau yang semacamnya selain untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.”
Ia berkata : “Bisa dikatakan: ikhlas ialah memurnikan perbuatan dari segala bentuk perhatian makhluk.”
menurut Huzaifah Al-Mar’asyi rahimahullah :”Ikhlas adalah samanya perbuatan hamba antara yang tampak dengan yang tersembunyi.”
Menurut Dzun Nun rahimahullah: “Ada tiga tanda ikhlas: memposisikan pujian sebagaimana celaan, tidak mengingat-ingat amalan-amalan baik yang telah dikerjakan, dan mengharap balasan amalan-amalan tersebut di akhirat.”
Fudhail bin Iyadh berkata : “Meninggalkan suatuamalan karena manusia merupakan riya’ dan melakukan suatu amalan karena manusia merupakan syirik, sedangkan ikhlas adalah Allah menghindarkanmu dari keduanya.”
Sahl At-Tustari rahimahullah berkata: “Orang-orang bijak merenungkan penjelasan tentang ikhlas, dan mereka tidak mendapatkan kalimat yang tepat kecuali: hendaknya gerak dan diamnya baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan didasari karena Allah semata, tidak tercampuri dengan maksud lain, baik itu hawa nafsu ataupun perkara-perkara keduniaan.”
Sumber : At-Tibyan fii Adabi Hamalati Al-Qur’an
karya Imam Nawawi














