Ada yang tiba-tiba hilang dalam sepi Saat ku eja namamu pada tubir malam Wajahmu pudar dalam genggaman Sukmamu tersesat diantara labirin Bintang-bintang kegelapan, aku risau Untuk kemudian tenggelam dalam tanda-tanda yang nyaris tak mampu ku pahami Tak pernah bisa ku pastikan apa yang sesungguhnya terjadi Dan juga bisa ku mengerti Akan segala misteri sikapmu Tidak juga pada senyuman yang senantiasan meyakinkan Ini mungkin malam kesejuta Kita gerus batu jadi pasir Kita timba sungai jadi lembah Kita rajut pelangi jadi pembaringan Mengapa begitu sulit mengenalmu? Meski hanya nafasmu yang melumuri wajahku Aku terkesiap pada kesangsian tak bertepi Di sini, di kesendirian ini Aku tak butuh lagi teman Biarku jadi ilalang yang terayun dihembus angin Bersamamu Aku bunga yang dihempas badai #aksimenulis #catatanputihabu













