Aku mencintaimu sebagaimana aku memandang langit
— semakin kupandangi, semakin aku jatuh cinta dengan segala cuacanya.

seen from Malaysia

seen from Switzerland
seen from Switzerland
seen from United States

seen from Switzerland
seen from China
seen from Venezuela
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from China
seen from Germany
seen from China
seen from Türkiye
seen from China
seen from China
seen from China
seen from Russia

seen from Malaysia
Aku mencintaimu sebagaimana aku memandang langit
— semakin kupandangi, semakin aku jatuh cinta dengan segala cuacanya.
Perayaan Kita
Kita terus mencoba dan mendoa. Hari ini, esok, atau lusa. Besar ataupun kecil, ramai ataupun sepi, lama ataupun sebentar. Kita merayakan. Juang-juang yang selama ini tak karuan, juga, jatuh bangunnya harapan. Kita seringkali memaksa atau bahkan memang terpaksa. Mengambil jatah takdir masing-masing. Yang tertulis pada kertas basah. Mengurutkannya dalam daftar singgah. Kiranya, mana yang dahulu…
View On WordPress
Aku banyak belajar
Aku belajar tentang bahwa apapun yang terjadi, atau seburuk apapun hal yang terjadi hari ini. Hidup harus tetap berjalan, perjuangan mesti tetap pada lintasan, dan aku hanya perlu percaya pada hari esok.
Aku belajar tentang betapa kita bisa mengenal seseorang, dari bagaimana mereka menyikapi tiga hal dalam hidup: hari yang dibaluti Hujan, Amarah yang mengungkung kesadaran, dan Beban yang semesta berikan.
Aku belajar tentang betapa mereka selalu dikerubungi kepalsuan. Tawa yang merekah menjadi topeng berkedok luka, dibaliknya terdapat cerita yang memunculkan perasaan tak menyangka.
Aku belajar tentang betapa aku tak perlu tak suka pada seseorang hanya karena sifatnya, tabiatnya, atau apapun itu. Sebab mereka selalu menjadi makhluk yang rumit. Dan ditempat lain—dibalik itu, mereka pasti baik. Aku hanya tak tahu.
Aku belajar tentang betapa aku tak perlu meremehkan orang lain. Sekali lagi, mereka selalu mempunyai kisahnya tersendiri. Aku tak pernah tahu, apa yang sedang mereka hadapi, dan apa yang telah mereka lewati dalam hidup ini.
Aku belajar tentang betapa pentingnya merawat hati dengan tak mengedepankan emosi. Sebab hati bisa membatu dengan hal-hal kecil yang aku lakukan. Jalan yang paling baik saat amarah giat bergejolak adalah dengan diam. Bak laut yang tenang, amarah mesti terkontrol agar hati tak terombang-ambing.
Aku belajar tentang bahwa aku mesti belajar. Aku harus berpikir, agar aku terbiasa menghadapi hidup yang selalu dipenuhi dengan getir. Bukan hanya belajar akademik. Bukan hanya diam lantas menghafal pelajaran— yang bahkan akan hilang dalam rentan waktu satu bulan. Aku pun perlu mencari esensi hidup, agar langkah ini tak selalu statis, agar hidup ini tetap dinamis, pun agar pikiran ini tak merupa pikiran apatis.
Aku banyak belajar.
— Arief Aumar Purwanto
"Menggerakkan satu badan agar lepas dari rebahan terus aja sulit, masih yakin mau menggerakkan mimpi-mimpimu jadi makin solid??"
Arsyad AZ - 240220
Wanita itu makhluk terkuat. Mau dibentak bagaimana pun, dihina apa pun, kalau tetap cinta yah cinta.
Mereka kadang terluka, tapi setelah itu mereka akan melupakannya.
Ini aneh, yang kuat mereka, atau cinta?
— Ibnu Yusran
Maafkan aku jika selama ini telah membanding-bandingkan kita dengan mereka. Aku tak mendapat apa-apa selain rasa iri dan berujung marah pada hubungan kita. Kini aku sadar, semua mempunyai standart kebahagiaan dan caranya masing-masing. Kamu ya kamu, pasanganku yang super duper cuek. Jauh dari kata romantis, tapi terkadang mampu membuatku tertawa lepas. Bisa jadi mereka diluaran sana juga iri dengan kita. Makanya sekarang aku mulai belajar menerima, membahagiakan diri dengan cara kita sendiri😊
Kau mungkin tak akan peduli, bagaimana terlukanya aku saat ini. . . Padahal, aku masih ingat bagaimana cara mu mencintaiku di hari kemarin. Segala Kenangan itu terus memaksa aku untuk berharap, berharap dan berharap lagi bahwa kau akan kembali. . . Entah, bagaimana caranya membuat diri ini bahagia. Jika setiap bahagia ku adalah tentang dirimu. . . Kini, aku hanya terus mempertanyakan apa yang salah dari ku? Apa yang membuat mu sangat tega untuk melepaskan ku? . Atau . Adakah seseorang disana, yang menjadi alasan untuk hadirnya setiap senyum mu itu? . Jika maaf ku lebih besar dari setiap kesalahan mu, masih bisa kah kita menjadi kita yang seperti hari kemarin? . . . #Jurnal23 #puisicinta #puisirindu #puisisenja #puisiindah #kumpulanpuisi #kumpulansajak #sajakrindu #sajak #sajakmalam #malam #aksimenulis #askara #fiersabesari #quotecinta #jawabarat #yangterdalam #indonesia #patahhati #patahhati💔 #rindu #hubungan #yangterdalam #indonesia https://www.instagram.com/p/BxohXrHH7__/?igshid=1fb8g8ns4zt3h
Kita adalah alternative ending kita yang lain (?)
Beberapa waktu lalu, gw sempet pergi ke luar kota buat ngelesain suatu urusan. nah ditengah perjalan gw sempet ngutarain satu pokok pikiran ke kawan gw perihal "apakah keptusan dalam menentukan pilihan akan berdampak pada jodoh kita kelak."
Pokok pikiran yang gw utarakan pada saat itu kurang lebih seperti ini.
Kasus pertama:
Namanya jodoh kan udh diatur siapa, dimana dan kapan ketemunya kita sama jodoh. Tapi pernah mikir engga sih apakah yang namanya jodoh itu ditentukan sama pilihan-pilihan yang kita ambil dari waktu ke waktu.