C O N G E S T I O N P R E C A U T I O N | Semenjak hampir lima tahun tinggal di Jakarta, perjalanan Jakarta-Bandung-Jakarta setiap weekend sudah menjadi rutinitas tak terelakkan. Awalnya sih saya merasa tidak perlu ada persiapan khusus, karena rute toh hanya menempuh waktu 3 jam saja. Lalu tibalah saat saya bertemu dengan kemacetan parah di 23 Desember 2015, dimana saat itu adalah kali pertama orang-orang mencoba tol Cipali di long weekend Natal dan tahun baru 2016. Saat itu saya berangkat dari kantor jam lima sore dan sampai di rumah jam sembilan pagi dengan bokong tepos yang jumawa.
Semenjak itu, persiapan sekecil mungkin menjadi perlu diperhatikan. Seremeh apa pun, tetap yang namanya persiapan adalah sesuatu yang perlu dipersiapkan (halah) walau effortless. Jadi, bekal perjalananku, demikianlah~
1. Tumbler Full of Mineral Water and The Empty Bladder. Menjaga badan untuk tidak dehidrasi itu penting sekali, namun alangkah baiknya jika kita minum bergalon-galon di kantor terlebih dahulu, dan mengosongkan kemih sebelum perjalanan. Bekal minuman di sini dipakai untuk pelengkap setelah mengemil saja. Agak repot ketika dalam keadaan macet harus kebelet pipis. Belum lagi kalau kita mendapati kloset di rest area yang tidak genah. Jadi, kalau hanya perjalanan pendek, volume minum di jalan dapat diatur untuk tidak usah terlalu signifikan.
2. Light Meal. Saya selalu membawa kudapan lucu di bus/travel sesaat setelah naik dan sebelum angkutan masuk ke tol dalam kota. Biasanya saat itu traffic sedang padat-padatnya. Satu buah roti atau satu bungkus cheetos biasanya membantu perut untuk tidak berontak di jam-jam berikutnya. Proper dinner tetap saya lakukan ketika sampai rumah.
3. Earphone/Headphone. Saya termasuk orang yang gampang terganggu dengan bunyi-bunyi menyebalkan seperti suara orang mengobrol saat sedang senyap, atau anak kecil rewel berisik tiada henti, atau klakson mobil-mobil di Jakarta. Saya sering merasa banyak membutuhkan suasana perjalanan pulang yang tenang, terlebih jika telah melewati hari yang berat di kantor sebelumnya. Benda ini alhamdulillah sangat membantu memutuskan hubungan dengan kegaduhan yang tidak perlu.
4. Favorite Playlist in Fully Charged Cellphone. Kebiasaan saya di jalan pulang adalah, setelah duduk manis di kendaraan, saya kabari orang-orang terkasih mengenai posisi saya (sekalian meminta doa selamat), lalu saya matikan data internet. Mulailah saya mainkan playlist kesukaan (hampir setengah tahun ini, isinya selalu berkutat di One OK Rock full album :D). Setelah mendekati tol Pasteur atau Pasir Koja, baru lah saya nyalakan lagi data. Baterai hp aman (just in case), perjalanan tentram~
5. Antimo. Ini jurus andalan dan pamungkas banget, biasanya saya minum ini hampir setiap saya kesulitan tidur malam ketika saya sudah cek Google Map dan perjalanan dipastikan berwarna merah marun sampai tol Cikampek. Setelah nyemil, minum satu butir, inshaa allah perjalanan mulus dan tenang tanpa ngomel-ngomel.
Begitulah. Sekian.







