Pagi penuh harapan, Malam penuh pikiran.
-jeritmalam x mtsny
Sore penuh.....
seen from China
seen from United States

seen from Netherlands
seen from China
seen from Yemen
seen from China
seen from China
seen from New Zealand
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from China
seen from China
seen from United States
seen from Canada

seen from United States

seen from India
Pagi penuh harapan, Malam penuh pikiran.
-jeritmalam x mtsny
Sore penuh.....
Menjadi orang tua itu mudah.
Sebagai perempuan yang belum pernah melahirkan dan secara instan menjadi orang tua, saya rasa menjadi orang tua itu mudah. Saya ingat ada beberapa public figure Indonesia yang bangga dengan didikan keras orang tuanya sehingga ketika dewasa mereka bisa menghadapi kehidupan yang keras. Masa anak-anak hanya menjadi sebuah transisi, masa persiapan untuk menjadi orang dewasa. Orang tua dulu pernah menjadi seorang anak sehingga yakin dengan apa yang terbaik untuk anaknya. Terkadang mereka lupa bahwa orang tua dan anak adalah individu yang berbeda. Terkadang mereka lupa bahwa mereka sedang mengimitasi tuhan yang pasti tahu apa yang terbaik untuk umatnya, padahal orang tua bukan tuhan.
Sampai sekarang, kita percaya bahwa yang disebut manusia seutuhnya adalah orang dewasa. Anak-anak hanyalah manusia yang belum utuh, belum digenapi dengan kepatuhan dan rasionalitas. Tidakkah mungkin bahwa sebenarnya anak dan orang dewasa adalah dua entitas yang berbeda? Bagaimana jika pada kodratnya manusia memang lugu dan naif layaknya seorang anak, sementara orang dewasa yang serba rasional adalah manusia yang telah cacat, tercemar oleh keputusan-keputusan yang dibuat berdasarkan analisa kekurangan dan kelebihan?
Manusia dewasa yang seragam mungkin adalah produk yang berusaha digambarkan melalui satir dalam lagu Another Brick in the Wall oleh Pink Floyd. Digambarkan dengan sangat mengerikan (namun sayang sekali sangat akurat) bahwa anak-anak dibariskan dalam grid bangunan gaya modernisme, begitu teratur dengan wajah-wajah yang menggunakan topeng yang seragam. Kemudian dalam perbincangan antara Pangeran Siahaan, Rara Sekar, dan Ben Laksana dalam videonya yang berjudul “Kembali ke Tanah”, produk ini disebut para “pekerja” yang diasosiasikan dengan bagaimana industri dan kapitalisme telah sedemikian membentuk takdir kita lewat jalur mana saja, termasuk pendidikan. Begitu mengerikannya ketika pembahasan tentang pendidikan anak telah sangat dekat dengan pembahasan dengan kapitalisme. Cara orang dewasa dalam memperlakukan anak, mungkin karena motif balas dendam mengimitasi cara kapitalis dalam memperlakukan mereka. Dan yang lebih mengerikannya lagi, ketika satir dan pembahasan ini dapat terasa sangat radikal, mungkin kita telah terlalu lama hidup sambil membenarkan yang biasa!
Hidup dalam guideline pendidikan sedemikian rupa lah yang menurut Rara telah mengkerdilkan kita. Orang dewasa telah identik dengan rasa takut yang bermuara dari rasa takut akan kelaparan dan kemelaratan. Terlanjur memilih menjadi orang dewasa (mungkin juga karena menyesal), kita mendeskreditkan sifat-sifat kekanakan. Kita menjadi takut untuk berisik dan berantakan. Ketakutan inilah yang menciptakan lingkaran yang membatasi perkembangan orang dewasa. Terlepas dari pengetahuan kolektif, kita lebih mudah belajar ketika anak-anak daripada ketika dewasa. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh alam bawah sadar kita yang masih takut dengan keputusan kita untuk mempelajari banyak hal. Dalam batasan untung-rugi, kita khawatir jika apa yang kita pelajari itu tidak ada pengaruh positif dalam kehidupan produktif kita yang menghasilkan uang. Menjadi orang dewasa yang seperti itu, sama membosankannya dengan bunyi-bunyian tentang form follows function. Pemikiran itu bukan salah karena sudah tidak relevan, tapi kita yang telah menjadi salah fokus dalam mengartikan arti manusia, arti menjadi orang dewasa.
Jika dewasa adalah definisi-definisi tersebut, maka mungkin sebaiknya kita memilih untuk menjadi anak-anak selamanya walaupun usia kita terus bertambah. Berkepala dua, berkepala tiga, tapi merdeka dari batas-batas yang dibuat oleh pendidikan semacam itu. Bersamaan dengan menuanya usia, yang kita kejar bukanlah kompetensi kita dalam mematuhi semua logika dalam keputusan-keputusan kita tapi kompetensi kita untuk bertanggung jawab. Tidak perlu takut memilih pilihan yang salah, tapi yang perlu disadari adalah tanggung jawab atas pilihan yang salah tersebut. Mengambil pilihan yang berbahaya adalah kekanakan, tapi memutuskan untuk tidak memilih pilihan itu karena takut bukanlah dewasa. Dewasa adalah bertanggung jawab atas pilihan berbahaya itu. Dengan begitu, dalam diri kita akan selalu ada sifat kekanakan --kita akan selalu menjadi anak. Pilihan untuk itu selalu terbuka dan sampai tua nanti, saya memilih untuk selalu menjadi anak-anak.
Celetuk Doa
Maafkan hamba yang terus mengeluh yaa Rabbi, tapi kini aku sungguh letih, teramat letih.. Maafkan hamba yang terus mengeluh yaa Allah, tapi kini hati hamba letih...teramat letih... Mampukan dan kuatkan hamba untuk melewati ujianmu kali ini yaa Rabbi... Aamiin aamiin aamiin....
No more drama Lit, no more tears, no more saddness. Wake and stand up. You have a lot of things to be accomplished!
Lita Siregar
Tekanan darah dan Hb terjun bebas. Pantesan si bos dan temen2 bilang muka gw lelah dan pucat, harus istirahat. Gw malah cengar-cengir aja, gak kerasa karena keasyikan kerja ._.
Lita Siregar
Celetuk...
00:12 Perjalanan ke Jogja malam ini terasa seperti perjalanan pulang kampung ke Sipirok dan Padang Sidimpuan. Huft...hati jadi merindu sangat. Semoga tahun ini bisa pulang kampung lagi dengan membawa kabar-kabar baik, aamiin :) Anyway di tengah perjalanan malam ini, tiba-tiba teringat sahabat-sahabat hamba yang satu per satu kini mulai menempuh dan merengkuh impian dan cita-cita mereka. 3 dari sahabat terdekat mungkin sebentar lagi akan mengirimkan undangan walimah mereka. 1 orang sahabat saat ini telah sampai di Jepang untuk melanjutkan S2 nya di Kyoto University, 1 lagi sudah penempatan PLN di Makassar dan 1 orang lagi tengah memulai Prajab di BKPM. Hhmm, semoga Allah senantiasa menganugerahkan kelancaran dan kemudahan untuk segala urusan mereka, aamiin :') Yap dan tersisalah diri ini dengan segala mimpi yang ingin diwujudkan pada tahun 2015 ini. Allah Yang Maha Baik, mudahkan dan lancarkan segala rencana hamba pada tahun 2015 ini , aamiin :")
I will
Jack Frost, Rise of the Guardian (2012)
Aku terlalu nyaman dalam senyap ku kau salah kalau datang pada ku untuk mencari keramaian. Karna kau tak kan temukan itu.
hanifah