MUROTTAL KARYA (19/02)
(In Frame, @hiperbolakata @miftahulfikri @eleftheriawords @dimazfakhr @ourmetime)
Pagi kawan-kawan Bandung. Dalam postingan kali ini, kami selaku rekan-rekan panitia Murottal Karya ingin memberikan review tentang acara yang telah diselenggarakan dengan penuh bahagia kemarin.
Acara yang berjalan sejak pukul 10 pagi di Taman Fotografi, Bandung itu di awali dengan berkumpul bersama membentuk lingkaran agar lebih akrab. Sebelumnya pun para peserta maupun panitia saling berkenalan antara satu dan yang lainnya.
Setelah MC @miftahulfikri datang, acara kemudian dibuka oleh ketua acara Murottal Karya yaitu ibu @rinaaha
Bapak @miftahulfikri memperkenalkan diri dan mempersilakan para peserta yang lainnya untuk memperkenalkan diri juga. Nama, serta nama akun Tumblr-nya jika punya. Setelah selesai saling berkenalan satu dan yang lainnya, maka sekarang giliran bapak Fikri untuk memperkenalkan para Tamu Pembicara. Yang pertama melakukan ceramah singkatnya kali ini adalah mas @dimazfakhr
Tema yang diambil oleh mas Dimas kali ini adalah tentang bagaimana membuat karyamu menjadi dikenal di dunia maya dan mengubah sebuah hobby menjadi sesuatu yang menghasilkan uang. Sesi pertama berjalan cukup lama disambung dengan tanya jawab di tengah acara. Para peserta terlihat begitu antusias ketika mas Ganteng ini berbicara. Brewok dan Jambangnya bikin para Ukhti jadi lepas fokus.
Mas Dimas tidak lupa membahas tentang hal-hal sensitif yang sering terjadi di hidup kita juga seperti salah jurusan atau mengikuti pilihan orang tua padahal kita tidak minat di bidang itu. Dengan ciamiknya, mas Dimas berhasil memberikan tips and trick bagaimana bertahan di bidang yang tidak kamu suka hanya karena itu pilihan orang tuamu. Dan bagaimana cara menjadikan apa yang selama ini diragukan oleh orang-orang yang kamu percaya itu, menjadi sesuatu yang mereka puji-puji nantinya.
Dengan sesi tanya jawab yang cukup panjang, akhirnya bincang-bincang pertama hari itu di tutup tepat ketika Adzan Dzhuur berkumandang. Pak Fikri selaku MC memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menunaikan ibadah Sholat maupun untuk makan siang terlebih dahulu.
Acara dilanjutkan lagi pukul setengah satu siang. Ketika cuaca taman Bandung sedang adem-ademnya, kini pembicara selanjutnya malah jauh lebih HOT. Siapa lagi kalau bukan abang brewok Syahid Muhammad a.k.a iid a.k.a @eleftheriawords
Seperti apa yang pak Fikri lakukan di awal, beliau juga tidak lupa untuk memperkenalkan mas Iid terlebih dahulu mengenai latar belakang dan calon tema yang akan dibicarakan olehnya.
Para wanita langsung terpana begitu mas Iid mulai berbicara dengan tema Traveling. Dalam ceramah singkatnya, mas Iid juga tidak tanggung-tanggung untuk membagikan seluruh pengalamannya. Tentang baik buruknya travelling. Tentang jalan-jalan dengan uang yang seadanya.
Tidak lupa, mas Iid juga memberikan beberapa motivasi kepada teman-teman yang lain terutama tentang keberanian untuk melangkah, melakukan perjalanan, bergerak ke tempat baru, mengalahkan ketakutan, dan beberapa tanggapannya tentang Introvert yang ingin jalan-jalan sendirian.
Sesi pembicaraan mas Iid ditutup dengan sedikit tanya jawab dan shareing dari para peserta juga mengenai pengalaman pribadi travelingnya. Kemudian sebelum acara ditutup oleh MC, ibu Rina selaku ketua acara memberikan sebuah kenang-kenangan berupa sertifikat kepada dua pembicara ganteng kita ini.
Dengan mengucapkan Hamdallah, akhirnya acara Murottal karya resmi ditutup. Terima kasih kepada seluruh peserta, panita, pembicara, anak kucing, mbak-mbak kasir Morning Glory yang ngizinin untuk ikut sholat, beserta seluruh pihak yang membantu jalannya acara ini.
Sampai jumpa di acara Cerita Bandung selanjutnya!!










