Jika bermedia sosial diibaratkan pepohonan, maka informasi yang disampaikan bagaikan dedauanan yang menampung semua kebutuhan ranting untuk bertahan hidup. Jika bermedia sosial diibaratkan pepohonan yang menanam bibitnya dimulai dengan akar kebaikan yang kuat, maka akan tumbuh pohon nan rindang dan berbuah yang akan memberikan manfaat untuk semua. Jika bermedia sosial diibaratkan pepohonan yang menanam bibitnya dengan akar keburukan yang kuat, maka akan tumbuh pohon yang penuh emosi, hoax dan ujaran kebencian dan tidak memberikan manfaat untuk semua. Mari pikirkan hal yang sebaiknya kita lakukan atau yang harus kita hindari, karena hidup hanya sekali dan berbuat berkali-kali yakni dengan terus bergerak dalam menebarkan kebaikan. Mari saling menguatkan untuk terus berikhtiyar mengatakan "Stop Hoax dan Ujaran Kebencian"sebelum berakar menjadi buah cibiran yang membelah keharmonisan. Mari saling memulai langkah untuk meluangkan waktu berefleksi dalam bersosmed agar menciptakan akar yang kuat dan sehat. Dari jempol untuk hati oleh pandangan akan terciptalah kedamaian dan kemaslahatan hakiki tanpa spasi. Salam damai Rezqy al Afroem Yukkkk nimbrung sini say @nurilqomariyah_ @febyfebriyola_ @rahmahmawadda #lombacika3 #ceritabineka #srikandilintasiman #interfaithwomen #literasimedia #pluralismeindonesiaku (di Sampang, Jawa Timur, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CLEmlUHpmEE/?igshid=2eltu37areit










