Si kecil yang pemalu
Apa yang membuat suasana di desa penempatan terasa begitu menyenangkan, yah salah satu jawabannya ialah anak-anak kecil yang begitu mengemaskan. Berlari-lari tanpa alas kaki, bergembira dan ceria sepanjang hari.
Salah satunya adalah Milna, anak paling pemalu yang saya temui di Dusun Manakili. Jika yang lain ketika saya datang langsung berteriak "pak ai, pak ai kita mandi ke sungai yuk, pak ai, pak ai kita main omega yuk atau pak ai, pak ai kita belajar yuk. Namun tidak dengan Milna, berdiam diri dan sesekali memperhatikan kearah kami.
Dari kejauhan tampak ingin berkumpul dengan teman lainnya, mencuri pandang sembari menjemur kayu manis, memperhatikan dari jauh dan malu-malu sambil menunduk saat saya memanggilnya untuk ikut bermain bersama kami.
Anak kecil yang sudah tumbuh jiwa ketulusan membantu kedua orang tuanya. Ia lebih suka duduk disamping ibunya sembari melakukan apa yang bisa dibantu, memilah kayu manis atau menjemur kayu manis di halaman rumah .
Bukan hanya itu. Meskipun usia belum beranjak dewasa, sering kali ia mengikuti orang tuanya pegi ke pahumaan untuk membantu ayah dan ibunya. Suatu hari pernah aku tanya pada milna : "Milna kok hakun umpat uma lawan abah ke pahumaan?". "Kadakpapa pak ai, menulungi uma lawan abah haja". Cuma bisa berkata dalam hati : "Nak, apa yang kamu lakukan saat ini akan membuatmu kuat suatu hari nanti"












