Agak aneh rasanya suasana ramadhan sampai puasa hari ke limabelas ini tak memakan panganan yang identik puasa seperti kurma. Berbeda rasanya
Silahkan mampir, kegelisahan saya selama ramadhan di desa penugasan.
seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from Canada

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Aruba

seen from Malaysia

seen from T1

seen from United States

seen from India

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Aruba

seen from Malaysia
Agak aneh rasanya suasana ramadhan sampai puasa hari ke limabelas ini tak memakan panganan yang identik puasa seperti kurma. Berbeda rasanya
Silahkan mampir, kegelisahan saya selama ramadhan di desa penugasan.
Mengutip lagu yang sering dinyanyikan murid saya ketika di penempatan dahulu : “Inilah nasib manjadi urang pambatangan Amun nasib sudah ditantuakan Insya Allah ada harapan”
Lagu Banjar yang menceritakan tentang kerja keras, doa dan harapan. Apapun yang terjadi anak-anak mereka harus lebih tinggi sekolahnya dari orang tuanya. Semiskin apapun mereka saat ini, keturunan mereka jangan sampai. Begitu kata orang-orang tua murid yang kutemui.
Maka tak heran dengan pemandangan yang kutemui. Beberapa anak bertelanjang kaki untuk bisa sekolah. Beberapa lagi mengenakan pakaian yang lebih besar dari semestinya. Mewariskan seragam sekolah bisa jadi kemewahan tersendiri.
Tak masalah, asal engkau tidak mencuri tak perlu malu. Kataku begitu. “Iya pak, ulun pengen kaina kawa ke Jakarta”. Ah anak ini, meskipun tubuhnya kecil tapi mimpinya selalu besar.
Sembari menunggu ubi bakar kami matang. Mendongengkan mereka tentang pesawat terbang. Menyaksikan bintang di ujung langit. Rasa-rasanya bumi tak pernah sedekat ini dengan langit. #illustration #kartun #sekolah #ceritapm https://www.instagram.com/p/CP-6URWgn1R/?utm_medium=tumblr
[Digugu dan Ditiru]
Membayangkan sepuluh atau dua puluh tahun lagi, saat semua pengetahuan bisa didapat dengan mudah di internet. Ketika ruang kelas bisa di ganti dengan google class, begitupun dengan guru yang perannya bisasaja digantikan secara penuh oleh google. Lalu masih pentingkah ada sekolah dan masih perlukah ada guru?
Sejak sebagian besar lini kehidupan kita diambil oleh teknologi, saya selalu percaya kalau pengetahuan bukan lagi hal utama dalam pendidikan. Karna dengan mudah sekali pengetahuan itu didapat tanpa perlu guru sekalipun. Yang saya yakini, sehebat apapun teknologi sisi humanis dari seorang guru lah yang tidak akan bisa diduplikasi sama sekali.
Teknologi mungkin bisa mentransfer pengetahuan dengan sangat baik, tetapi hanya seorang guru lah yang bisa mentransfer kepriadian dengan sangat baik. Karna memang begitu kan fungsi pendidikan, bukan hanya sarana untuk membuat pintar seorang murid saja, tetapi juga memanusiakan manusia.
Maka, saya terus percaya bahwa sekolah dan guru akan selalu ada. Karna kepribadian tidak bisa hanya diajarkan, tetapi juga harus dicontohkan. Maka mungkin, sepuluh atau dua puluh tahun kedepan, standar seorang calon guru bisa lulus dari Fakultas Pendidikan bukan karena nilai IPK nya yang tinggi, barangkali akan dinilai dari nilai luhur dan budi pekerti yang ia miliki. #guru #sekolah #murid #pendidikan #ceritapm https://www.instagram.com/p/CBqNk5oAvpk/?igshid=10c16wh098wq8
[Tersesat dihutan]
Apa jadinya jika seorang diri tersesat dihutan lalu tidak tau arah jalan pulang? Tapi itulah yang terjadi pada salah satu murid saya saat di penempatan dulu. Namanya Lisdi, dan hampir satu bulan hilang dihutan. Saat itu ia baru naik dari kelas 3 sekolah dasar. . Upaya demi upaya sudah dilakukan. Orang-orang di desa menyusuri hutan untuk mencarinya, membawa anjing untuk melacaknya namun masih saja tidak ditemukan. . Menurut warga desa, dia disembunyikan oleh makhluk halus di hutan, maka harus dilakukan upacara adat untuk meminta ia dikembalikan. Lalu dilakukanlah upacara adat tersebut untuk meminta anak tersebut dikembalikan. . Akhirnya hampir satu bulan setelah hilang, ia diantarkan oleh seorang yang menemukannya. Ia ditemukan sangat jauh dari tempat tinggalnya, bahkan sudah berbeda kabupaten. . Setelah berminggu-minggu sejak kejadian itu, saya mencoba bertanya padanya mengapa ia bisa tersesat, padahal hutan adalah tempat mainnya, dan pastinya sudah sangat hafal dari setiap jengkalnya. . Ia bercerita awalnya ia akan menangkap burung saat perjalanan dihutan, lalu ia melihat sosok ibunya lewat didekatnya. Diikutilah sosok tersebut, namun ia tidak sadar kalau itu bukan ibunya. Hingga akhirnya dia tersesat di hutan. Namun anehnya ia masih tidak sadar kalau sudah tersesat sangat jauh. Sosok itu mengajaknya istirahat diatas pohon hingga berhari-hari. Tapi tetap saja dia tidak sadar, menganggapnya bahwa sosok tersebut adalah ibunya dan pohon itu adalah rumahnya. . Ia makan apapun yang ada dihutan mulai dari buah-buahan dan umbi-umbian. Tentu saja kalau urusan minum tinggal saja kesungai. Air melimpah disana. Dan sisanya ia tidak ingat apa yang terjadi selama tersesat di hutan. Hingga akhirnya ia ditemukan oleh seorang warga dikabupaten lain saat hendak ke kebun. . Satu bulan bukan waktu yang sebentar untuk tersesat dihutan. Barangkali kalau kita yang berada di posisi yang sama, entah bisa bertahan hidup atau tidak. Tapi yang pasti anak-anak di penempatan sedari kecil kawan karibnya adalah hutan. Mereka merawat dan menjaga hutan, hutanpun akan melakukan hal yang sama, merawat dan menjaga manusia. #loksado #ceritapm #indonesiamengajar https://www.instagram.com/p/B-jKn3ag0Sy/?igshid=fgrzc2ycs6vd
[Sungai dan gunung]
Sungai dan gunung ialah dua hal yang tidak mungkin bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Dayak Meratus. Bagaimana tidak keduanya adalah sumber kehidupan utama mahluk dibumi. Disitulah kehidupan dihadirkan dan harapan ditumbuhkan. Bukan hanya untuk manusia, mahluk lain pun memerlukan hal yang sama. . Gakpapa gakpunya rumah mewah, asalkan air berlimpah. Gakpapa juga gak punya setumpuk makanan didalam kulkas, karna alam sudah menyiapkan segalanya. Jadi terkadang merasa lebih aman hidup berdampingan dengan alam, karna tidak akan mungkin kelaparan ataupun menjadi pengemis meskipun sama sekali tidak memiliki uang. . Masyarakat Dayak Meratus menerapkan pola bercocok tanam secara berpindah-pindah, itulah mengapa sebagian besar kehidupannya dekat dengan sungai dan gunung. Karna disitulah apapun yang ditanam akan tumbuh subur. Apakah mereka merusak hutan? tentu tidak justru mereka yang selama ratusan tahun telah merawatnya, sebelum dirusak oleh orang-orang serakah yang ingin menguasainya. . Terutama sungai, karna semua kegiatan mandi, mencuci dan kakus dilakukan disungai. Maka akrab sekali anak-anak disana dengan sungai. Air pegunungan yang dingin dan jernih membuat siapapun betah untuk berlama-lama disana, termasuk saya. Itulah mengapa, mandi disungai menjadi salah satu ritual yang hampir tak pernah saya lewatkan. . Tapi kabar menyedihkan baru saja saya terima. Ada tangan-tangan penuh kuasa yang ingin merusak Bumi Meratus. Kalian tau didalam perut buminya ada emas hitam yang bisa membuat kaya siapa yang berhasil memilikinya. Dengan mengorbankan sungai dan pegunungan pastinga. Aku yakin sih masyarakat tidak akan tinggal diam. Karna alam sudah memberikan segalanya buat mereka, dan mereka akan memberikan segalanya untuk alam. #meratus #loksado #ceritapm #pmxvi #indonesiamengajar https://www.instagram.com/p/B94YLygAoXO/?igshid=tsii3rys6u6t
Si kecil yang pemalu
Apa yang membuat suasana di desa penempatan terasa begitu menyenangkan, yah salah satu jawabannya ialah anak-anak kecil yang begitu mengemaskan. Berlari-lari tanpa alas kaki, bergembira dan ceria sepanjang hari.
Salah satunya adalah Milna, anak paling pemalu yang saya temui di Dusun Manakili. Jika yang lain ketika saya datang langsung berteriak "pak ai, pak ai kita mandi ke sungai yuk, pak ai, pak ai kita main omega yuk atau pak ai, pak ai kita belajar yuk. Namun tidak dengan Milna, berdiam diri dan sesekali memperhatikan kearah kami.
Dari kejauhan tampak ingin berkumpul dengan teman lainnya, mencuri pandang sembari menjemur kayu manis, memperhatikan dari jauh dan malu-malu sambil menunduk saat saya memanggilnya untuk ikut bermain bersama kami.
Anak kecil yang sudah tumbuh jiwa ketulusan membantu kedua orang tuanya. Ia lebih suka duduk disamping ibunya sembari melakukan apa yang bisa dibantu, memilah kayu manis atau menjemur kayu manis di halaman rumah .
Bukan hanya itu. Meskipun usia belum beranjak dewasa, sering kali ia mengikuti orang tuanya pegi ke pahumaan untuk membantu ayah dan ibunya. Suatu hari pernah aku tanya pada milna : "Milna kok hakun umpat uma lawan abah ke pahumaan?". "Kadakpapa pak ai, menulungi uma lawan abah haja". Cuma bisa berkata dalam hati : "Nak, apa yang kamu lakukan saat ini akan membuatmu kuat suatu hari nanti"
[Purnama pertama] Tenanglah. Jarak tak semenakutkan yang kau kira. Bahkan siang-malam butuh antara. Bahkan kata-kata butuh jeda. . Perkenalan yang awalnya hanya bertegur sapa, kini kita lalui dengan menyanyi bersama. Tak apa tak ada kemewahan kota. Bulan malam ini membuat rindang semuanya. Bintangpun pijarnya kian mempesona. . Sekedar duduk bersama api unggun. Suara sungai mengalir dan jangkrikpun ikut bersenandung. Juga angin, awan daun yang kian mengembun. Juga mimpi mimpi anak anak kami yang terus mengelantung. . Inilah kami, cerita dari dusun manakili. Tak perlu kemewahan untuk bisa bahagia. Sebab membersamai orang tercinta bukankah sumber bahagia yang utama. Meski sekedar ditemani gelapnya malam dan kopi yang menghangatkan badan. #ceritapm #loksado #indonesiamengajar #pm16 #ceritadesaku https://www.instagram.com/p/BjRlm_ZgX7k/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=p3m8tqz07yla
Setelah Pulang #2
Beberapa bulan lalu, mungkin udah setengah tahun lalu sih. Dapat tawaran dari Dinas Perpustakaan dan Arsip TW, kalau bisa mengajukan pendirian perpustakaan rumah ibadah. Akhirnya, coba mengingat-ngingat siapa yang bisa digerakkan dan bantu buat proses pembuatan dokumen. Setelah bolak-balik sana ke mari, finally selesai juga. Proses selesai sekitar Oktober atau November 2024.
Alhamdulillah awal bulan ini, dapat kabar baik dari Kak Via (orang di Dispursip TW) kalau pengajuan dari Wondama lolos verif semua. MasyaAllah, so happy for that!. Alhamdulillah di hari ini udah ada sesi sosialisasi buat penerima bantuannya.
Bismillah, lancar sampai pelatihan, distribusi, dan laporan akhir. Yuk bisa yuk! Akses bahan bacaan lebih baik untuk pelosok-pelosok di Indonesia.
In frame: Kepala Perpusnas RI
Saya hadir di sesi itu, buat shadowing aja sih hehe karena udah jauh banget jaraknya dan masih kontakkan sama orang-orang di kampung.