Benar kata orang, rindu hanya butuh temu
Ia butuh genggaman tanganmu
Tersandar di bahumu
Menyisakan bau parfum yang terbawa hingga lelap
Sebab rindu adalah candu
Tangerang, 17 Agustus 2019
seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Philippines
seen from Canada
seen from China
seen from Netherlands

seen from China
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United Kingdom
Benar kata orang, rindu hanya butuh temu
Ia butuh genggaman tanganmu
Tersandar di bahumu
Menyisakan bau parfum yang terbawa hingga lelap
Sebab rindu adalah candu
Tangerang, 17 Agustus 2019
“Aku mau nanya deh, serius nih. Jarang jarang kan serius hahaha” selorohnya siang itu.
Dia merubah posisi duduknya, menghadap ke arahku sambil tertawa, geli sendiri dengan ucapannya barusan.
“Apa? Tanya aja”
“Kadang aku suka ketawa sendiri kalo inget ini. Bisa deket sama kamu, bisa sampe kayak sekarang gini. Tsaeeelaah hahaha”
“Becanda terus deh kamu mah haha, katanya mau nanya serius” Aku tertawa melihat tingkahnya seperti itu.
“Iya iya serius nih, akhirnya apa yang bikin kamu mau sama aku? Aku ganteng, nggak. Tajir, nggak. Terus karena apa gitu? Pasti ada sesuatu kan.”
Kali ini giliran aku yang tertawa. “Kenapa ya? Haha kalau ditanya kenapa ya aku juga nggak tahu kenapa”.
Tapi kalau kamu mau aku jabarkan, gampangnya gini : untuk masalah ganteng atau cantik itu kan relatif, selama aku masih bisa terima kamu dengan dirimu yang begini, ya itu bukan masalah lagi kan?
Terus untuk masalah tajir atau nggak tajir, yang aku lihat kamu itu orang yang bertanggung jawab sama dirimu sendiri, sama keluargamu. Dan kamu orang yang mau berusaha, nggak gampang putus asa. Jadi aku percaya kelak kamu juga nggak akan membiarkan istri dan anak anakmu kesusahan 😊.
Dia sedang melihat lihat referensi pemakaian celana jeans kulot di laman instagramnya. Sebagai respon celotehku yang tidak percaya diri kalau pakai kulot.
“Kayak gini nih yang, aku suka liatnya” ucapnya sembari menunjukkan sebuah foto. Jemarinya terus menggeser gambar gambar yang ada.
“Begini juga nih, bagus aku suka. Yang kayak gini juga aku suka nih” ucapnya sambil menunjuk wajahku, lalu menjawil ujung hidungku.
Benci. Aku paling benci melihatmu cemberut, terlihat murung, membuat langit selalu kelabu. Kamu selalu membalas dengan singkat bahkan lebih sering tak menjawab setiap tanya. Seakan dunia akan berhenti berputar, meninggalkan aku dalam tanya "ada apa denganmu?" Tapi, lagi-lagi selalu ku urungkan. Cerialah. Aku memang belum bisa menjadi alasanmu untuk tertawa. Namun satu harapku, semoga setiap pagi kamu selalu menemukan alasan untukmu berbahagia sepanjang hari. Menghiasi dunia dengan seribu senyummu, yang selalu bisa mengubah duniaku. #CeritaDia Serial #ceritadia yang lainnya bisa dibaca di tumblr hasna di bio😊
Cerita sejengkal 3 - Dia oh dia...
Dia, hidupkah dia? Di mana dia? Hati bagai dipagut duka yang dalam, memikirkan si dia. Makankah dia? Lenakah tidurnya? Tenangkah hatinya? Bila aku terhenti memikirkan diriku, jiwaku dibayangi dirinya. Sesak dada, senak hati, kacau minda. Ada dia peduli?