Selamat Tinggal dan Terima Kasih, Tuan!
Sejujurnya, perkara menerima dan melepaskan hal yang sebenarnya ingin kumiliki itu bukan hal yang baru untukku. Aku, bagaimanapun sudah berkali-kali menjalaninya. Sejak bertahun-bertahun yang lalu. Bahkan sejak aku belum memahami betul apa yang orang-orang sebut dengan cinta.
Berkali-kali, aku yang harus memulai sebuah percakapan, namun aku pula yang pada akhirnya terpaksa untuk mengakhirinya. Karena pada kenyataannya, aku bukan lah si terpilih.
Tidak.
Kali ini aku tidak akan berkata bahwa aku baik-baik saja. Sebab, siapa pula yang baik-baik saja dengan perasaan yang harus selalu ditekan? Benak dan pikirku bahkan seringkali bertanya dan bersuara,
‘Ah, lagi-lagi bukan aku.’
‘Berhentilah, kamu bahkan tidak pernah menjadi pilihannya.’
‘Sesungguhnya, bagaimana aku dalam pandanganmu, Tuan?’
‘Ya, barangkali aku memang setidak menarik itu.’
‘Duhai semesta, setelah semua ini, apakah aku benar-benar bisa mendapatkan kisahku sendiri?’
Ketakutan dan resah yang menggerogoti. Tentu saja aku takut kelak hatiku akan mati.
Tapi, setidaknya kali ini hatiku sedikit lapang. Sesal itu tak lagi memenuhi benakku. Parsel udara yang kuhirup tak seberat dan seperih itu menghujam paruku. Karena setidaknya, aku sudah mengupayakan apa yang bisa kuupayakan. Aku sudah memberikan hadiah kecil yang ingin aku berikan. Aku sudah mengatakan hal-hal yang memang sudah dari jauh-jauh hari ingin kuutarakan. Meskipun hal tersebut tak pernah sampai pada harap yang kumau. Meskipun hal tersebut sedikit membuatmu terkejut, bukan?
Ya, setidaknya kali ini aku bisa memilih untuk mengakhiri, tak semerta-merta karena sebuah keterpaksaan.
Hola, Tuan!
Sungguh, aku benar-benar mensyukuri singkatnya waktu 6 bulan ini. Aku benar-benar menikmati interaksi kecil yang kita miliki. Aku mungkin akan merindukan senyum manis yang kau lukis di wajahmu itu untuk beberapa waktu ke depan. Terima kasih karena tidak mengabaikanku meski aku hanyalah figuran yang kebetulan lewat dalam panggung kehidupanmu.
Rapal doaku agar segala yang terbaik menghampiri langkah harimu.
Selamat tinggal dan terima kasih, Tuan!
Jakarta Selatan, 15 Maret 2025