you look like someone I would love to love

#dc#dc comics#batman#bruce wayne#tim drake#batfamily#dc fanart#batfam#dick grayson

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from Canada

seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from Australia
seen from T1
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Italy

seen from Chile
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Chile
seen from China
seen from Germany
seen from Bulgaria
seen from Chile
seen from Lithuania
you look like someone I would love to love
Meu bem, amar é a coisa mais linda da vida. E a coisa mais difícil no mundo.
De nadie seré, solo de ti, hasta que mis huesos se vuelvan ceniza y mi corazón deje de latir
En el mundo hay tantas personas a las que querer; y yo te quiero como si solo tú existieras en él.
Daniel Arcos
sou intolerante a incertezas.
prefiro um “não” do que um “talvez”.
Lelah, Tapi Masih Ingin Percaya
Tuhan, aku menyerah. Di mana “yang terbaik” yang selama ini kuucapkan dalam doa, di antara malam-malam yang tak lagi punya nama? Di mana “yang terbaik” yang pernah kumohonkan pada-Mu tiga, lima tahun belakangan, sampai kata-kata itu sendiri terasa seperti batu yang habis digosok dan jadi tumpul?
Kalimat itu menggantung berulang-ulang di kepalaku. Beratus kali aku mengucapkannya dalam hati, beratus kali pula aku menelannya lagi sebelum sempat menjadi suara. Aku menipu pikiranku sendiri dengan kata sabar, dengan kata yakin, padahal di dalamnya ada ruang kosong yang minta diisi.
Aku pernah berada di satu masa ketika doa menjadi satu-satunya bahasa yang kumiliki. Aku menggumamkan “yang terbaik” dengan sisa napas yang bahkan tak sempat kuberi tanda tanya. Aku mengulangnya seperti mantra, berharap Tuhan mengerti yang tidak bisa kujelaskan.
Tapi di titik-titik tertentu, aku mulai ragu. Apakah aku benar-benar mendapat yang terbaik, atau hanya sedang belajar menelan kenyataan? Apakah doa ini masih berjalan, atau hanya memantul kembali ke diriku sendiri, tanpa ada yang menangkapnya?
Aku tidak kapok. Sekali lagi, Tuhan, aku mohonkan “yang terbaik” dari-Mu untukku. Aku mohon, meski tak tahu seperti apa rupa “terbaik” itu, meski aku tak tahu kapan akan datangnya. Aku mohon, dengan sisa yang masih ada pada diriku—napas, luka, dan sedikit keberanian untuk percaya lagi.
Em um mundo de relações temporárias, eu te prometo minha eternidade.