Sebagian besar anak laki2 pasti mengidolakan tokoh utama dalam serial apapun yang ia nonton. Seperti misalnya ketika ia menonton samurai x maka yang menjadi tokoh favoritnya adalah kenshin alias batosai. Ketika menonton Naruto maka yang diidolakan adalah si Naruto. Dan berbagai film lainnya. Wajar saja, karena memang jiwa laki-laki adalah jiwa yang tak mau kalah dan sebagaimana kita ketahui begitulah watak tokoh utama dalam film mana pun.
Berbeda dengan anak laki-laki pada umumnya, aku lebih berpihak pada tokoh rival atau dalam istilah jahatnya "si nomer dua." Entah apa yang ada dalam pikiran kecilku dulu namun itu terbawa hingga saat ini. Ketika menonton Naruto tokoh sasuke menjadi favoritku. Ketika menonton samurai x maka sanosuke si pedang bresar yang menjadi favoritku.
Menurutku (yang saat ini sudah dewasa) setiap orang bisa menjadi nomer satu. Caranya sangatlah muda. Ia hanya perlu menjadi giat dan mengalahkan semua lawannya. Berbeda jika ingin menjadi nomer dua. Kau harus bisa menyerang dan bertahan sekaligus. Terlalu kuat maka kau menjadi nomer satu, lemah sedikit maka posisimu akan tersingkirkan. Sehingga menjadi nomer dua lebih sulit dibanding menjadi nimer satu. Ada strategi yang perlu dimainkan di situ. Memang menjadi nomer satu selalu baik. Hanya saja, aku tidak merasakan tantangannya.
Selain si nomer dua, karakter favoritku lainnya adalah mereka yang berelemen es atau atribut biru. Sebagai contoh ada hitsugaya toshiro, kapten divisi 10 di serial animasi bleach. Bagiku, mereka yang berelemen es atau beratribut biru adalah orang-orang yang efisien. Berbicara seadanya tanpa pemborosan dan efektif dalam pekerjaannya.
Yah, sekali lagi masa kecil membentuk pribadi seseorang. Biar kayak yang lain aku juga mau ngasih foto masa kecil ah 🙈 @henniarum @gugunm @fadhila-trifani @sekotenggg @mathmythic










