Ah, akhirnya selesai sudah tahun ajaran ini. Waktunya berlibur, sekaligus bersiap menyambut lebaran. Tinggal nunggu THR turun, baru kemudian beli baju lebaran buat anak dan istri. -- Tahun ajaran ini lumayan ribet, apalagi setelah masuknya si guru baru. Terakhir dia berulah ketika UNBK. Protes-protes berkoar tentang kejujuran. Iya, kami memang memberi anak-anak contekan, tapi itu juga demi masa depan mereka, murid-murid yang akan lulus. Lagian sekolah mana yang tidak membantu murid-muridnya ketika UN? -- Walaupun UN bukan menjadi standar utama kelulusan, tapi ketika ada murid dengan nilai UN di bawah standar kan sekolah juga yang malu. Lagian banyak dari mereka ingin melanjutkan ke jenjang Universitas, berkuliah. Ya siapa tahu dengan contekan itu mereka bisa masuk jurusan yang jadi impian mereka. Lumayan itung-itung sedekah, mewujudkan mimpi seorang anak. -- Bukankah sistem pendidikan Indonesia memang hanya melihat murid dari nilainya? Nilai besar, bisa kuliah di kampus negeri dan ternama yang katanya berkualitas. Nilai kecil, silahkan kuliah di kampus swasta. Gak masalah sebenarnya, bukankah yang penting adalah ijazah sarjananya? -- Si guru baru juga bilang, kalau guru bertanggung jawab terhadap karakter dan moral murid-muridnya, aku gak setuju itu! Karakter dan moral harusnya tanggung jawab orang tua. Lagian zaman sekarang, ngurusin karakter dan moral murid bikin serba salah. Anak zaman sekarang manja. Di cubit dikit lapor orang tuanya, mending kalau cuman lapor orang tuanya, kalau orang tuanya lapor polisi? Udah banyak guru berusaha membentuk karakter dan moral anak, malah berakhir dipenjara. -- Intinya, guru itu bukan Superman atau Wonder Woman. Kita juga punya masalah yang harus diurusi, punya keluarga yang harus dicukupi. Jadi, urusan moral dan akhlak, silahkan orang tua urus saja sendiri. -- #ceritapakucup #pendidikan #guru #murid #sekolah #madrasah #pendidikankarakter #kejujuran #akhirtahunajaran https://www.instagram.com/p/Bx8lwlagROQ/?igshid=chapnrtyqt10











