PoI Sharing Aku-Kamu
— 47 of 365 days
Pagi ini kabut asap turun lagi, matahari pun terlihat karena tertutup gumpalan asap. Ya kalo hari biasa kan kita ga bisa lihat matahari karena silau :D. Aku mau mengoceh ini dari semalam sebenarnya. Tapi karena semalam keasikan baca yang mungkin kata sebagian orang, “buat apa masih baca begituan kaya mau TA aja”, tapi kalo kata aku mah sah-sah aja tuh. Oke balik lagi ke masalah aku mau nulis tentang PoI.
Tahukah Anda apakah itu PoI? Hahaha. PoI itu singkatan dari Point of Interconnection. Titik temu *asik*. Berlatarbelakang projectnya PoI antar dua provider jadi kepikiran sesuatu lagi nih bahan buat menulis sampah hehe. Bukan tentang providernya, bukan tentang projeknya, bukan masalah yang penting sebenarnya. Tapi mengenai sebuah PoI di antara dua manusia #heya.
Jadi gini. Projek ini untuk menyatukan dua provider yang berbeda. Keduanya pasti punya project plan yang berbeda pastinya. Nah, ternyata menyatukan dua hal yang berbeda itu memang tidak semudah yang dibayangkan.
Seperti judul di atas yang unyu sekaligus sok sok an banget itu. Aku mau sedikit bahas mengenai sudut pandang PoI Sharing Aku-Kamu. Aku-Kamu di sini bukan hanya Aku bukan hanya Kamu, aku tak menyebutkan nama. Hanya saja mengenai dua orang yang berbeda atau mengenai seseorang dengan sekumpulan orang lainnya. Oke lets start.
Setiap orang memiliki mimpi dan planning yang berbeda dalam hidupnya. Apa yang ingin dia capai dalam kurun waktu tertentu, apa yang ingin dia miliki, apa yang ingin dia lakukan, dan sebagainya. Tapi dari sekian banyak plan mengenai mimpinya itu, ada satu plan yang tak semudah melakukan plan lainnya, karena plan yang satu ini menyangkut plan lainnya yang dimiliki sisi satunya. Sebuah plan yang aku sebut saja PoI Sharing Aku-Kamu. Kita perlu membuat sebuah titik temu untuk berbagi. Aku-Kamu adalah dua hal yang berbeda tadi. Aku-Kamu pastilah punya life planning nya masing-masing. Tapi kita juga berada pada sebuah Projek yang dimiliki Tuhan. Yaitu interkoneksi antara dua manusia.
Tak perlu mempermasalahnya Aku-Kamu yang berbeda. Karena memang sebelumnya kita berasal dari berbagai hal yang berbeda. Yang perlu dipikirkan adalah plan seperti apa yang akan kita buat untuk PoI Sharing ini. Sharing berbagai macam hal yang bisa kita bagi. Berbagai macam yang berbeda dari sisi kita masing-masing. Ya walaupun bagaimana pun titik temu itu hadir karena takdir kan.
Mau tidak mau suatu saat jika kita telah ditakdirkan bertemu dengan seseorang yang katanya akan menjadikan teman hidup kita. Teman sharing ini itu. Semoga Aku-Kamu bisa membuat plan yang baik untuk PoI Sharing ini dijalankan yah. Aku-Kamu hanyalah planner, namun yang menentukan adalah planner sebenarnya adalah yang menciptakan kita.
Muter-muter tulisannya, sebenarnya yang ingin aku ceritakan adalah sebuah pesan yang bisa aku ambil dari projek dua hal yang berbeda ini. Yaitu agar bisa memahami dan mau mengerti satu sama lain akan perbedaan plan masing-masing. Tapi SHARING itu adalah SALING. Yaitu dua-duanya. Belajar keduanya untuk memahami. Mencari solusi bersama. Bukan masalah mengalah atau tidak. Jangan hanya mau dimengerti, Jangan hanya mau didengarkan. Belajar mengerti dan mendengarkan. Perbedaan itu pasti akan ditemui. Tapi yang penting adalah bagaimana kita menemukan PoI yang untuk dua hal yang berbeda tersebut.
Pelajaran dari assignment di projek kali ini sangatlah menguras pemikiran hahaha. Seru sih. Selalu ada saja cara Tuhan untuk aku belajar akan sesuatu yang berharga. Baper kali yah. Tapi ya begitulah. Ketika bingung akan sesuatu, entah kenapa ada saja hal yang aku temui dan seakan harus aku pelajari untuk menemukan jawaban atas kebingungan tersebut. Kita tak pernah sendiri jika menemui masalah, Dia selalu ada dan selalu memberikan cara untuk kita berpikir bagaimana memecahkan masalah tersebut, Dia selalu tahu batas kemampuan hamba-Nya. Dia selalu ada, dan Dia selalu mengingatkan kita untuk terus mengingat-Nya, bersyukur pada-Nya.
Semoga kita bisa bertemu pada sebuah PoI Sharing Aku-Kamu yang telah menjadi projek besar Tuhan bahkan sebelum kita dilahirkan di dunia ini.
Palembang, 6 November 2015.
sekian tulisan sampah pagi ini, mari membuat assigment report sambil menunggu barang kiriman yang tak kunjung datang. Agar kembali segera ke Jakarta.














