Untukmu yang sedang patah hati
Mungkin, sewaktu-waktu kita perlu untuk menikmati perih sehabis ditinggal atau sehabis mengetahui bahwa cinta tak terbalaskan.
Kita juga perlu menghabiskan beberapa waktu untuk sekadar terus-terusan bertanya perihal "Mengapa?"
Tidak masalah, manusia ada saatnya melemahkan diri agar tahu bahwa sejatinya dirinya kuat.
Namun, maksimalkan saja waktu itu dalam beberapa hari, jangan sampai berkepanjangan. Kau juga pantas bahagia, bukan melulu setia dengan menghadapi luka.
Patah hati bisa dirasakan siapa saja, bisa diciptakan oleh siapa saja namun bahagia untuk diri sendiri harus atas dasar kesadaran diri sendiri.
Baiklah, mungkin kau tidak setuju dengan pendapatku. Tapi, kau harus cukup percaya satu hal saja.
Untukmu yang sedang patah hati, yang pergi bukan berarti tidak baik, yang tidak membalas cintamu bukan berarti juga tidak baik, mereka hanya merasa tidak pantas untukmu sebab kau terbaik. Cukup lakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan, lalu melupalah dengan menemukan seseorang yang setara denganmu. Takdir terus berputar, dan ada saatnya berhenti di permukaan jika benar dialah yang tidak akan lagi-lagi hilang.
Percaya, Tuhan memberi yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.
Maka, tersenyumlah, patah hati bukan hal yang bisa mewajibkan seseorang untuk melupakan siapa dirinya.