Setiap minggu pagi di beberapa wilayah di Kota bandung nan sejuk, selalu dilaksanakannya ‘program’ Car Free Day. Misalnya nih di CFD Dago, jalan dari perempatan di bawah jembatan Surapati sampai ke perempatan McD, bebas mobil motor dari jam 7an hingga 10an. Kemudian jalannya dipakai untuk banyak sekaliii hal yang bermanfaat at at aatt. Warga niat banget kesini mungkin hanya untuk jalan pagi, sarapan, bercengkrama dengan keluarga, main, jualan, senam, bantuan social, perform/entertain, dan paling 'seru' adalah aktivitas yang sengaja menarik perhatian massa
Untuk pertama kali seumur hidup, saya ikut aktivitas yang memang tugasnya jadi tontonan publik. Apalagi isu yang kami angkat adalah hal yang katanya sedang langka dalam jiwa masyarakat Indonesia saat ini. Kejujuran. Kalau boleh jujur, sebelum ke terjun ke lapangan udah ngerasa cukup meneganggakan (sebenernya deg-degan pisan. Bisi ada yang ngamuk tersinggung #eh).
Ya ‘kejujuran’ ini ruang lingkupnya sangat luas, yaitu segala aktivitas hidup kita karena pada dasarnya kejujuran bukanlah pilihan namun merupakan suatu keharusan.
Berhubung yang mengangkat isu ‘kejujuran’ ini siswa-siswi putih abu, maka aktivitasnya pun gak jauh dari kegiatan sekolah, seperti pelaksanaan Ujian Akhir Nasional alias UAN.
Sudah jadi rahasia umum kalau pelaksanaan UAN tak lagi seputih kertas HVS (?)…dan masalahnya, sebagian besar masyarakat telah memaklumi, pasrah saja, atau tak lagi peduli.
Namun pada hari Minggu pagi, 1 April 2012, Mantep_GAN melakukan aksi usil untuk sekedar mengingatkan kembali/memacu masyarakat berpikir kritis tentang prinsip mana yang harus setiap dari diri kita pegang: proses atau jalan pintas? Kemenangan sesaat atau kesuksesan hidup?
Kami berkumpul di taman sebelah Masjid Salman ITB. Tepatnya di bawah menara sebelah masjid.
Briefing sebelum ke jalan
Tim Biru Pro-Kejujuran sedangkan yang merah kontra..
Sebenarnya kedua tim menyuarakan hal yang sama: Kejujuran.
Namun dibuatlah tim kontra sebagai penyedap aksi kami
Tim Biru #1 mengambil daerah depan SMA 1
Tidak perlu berkata-kata, karena dengan berdiri berdiri di jalan seperti ini sudah mendorong
orang yang lewat untuk membacanya.
Tim Biru #2 berdiri di daerah depan Rumah Sakit Santo Borromeus
Sedangkan Tim Merah tepat berada di pertigaan menuju ITB
'Berpose' agar yang lewat lebih tertarik untuk membaca kata-kata yang ada di papan
Kalau capek berdiri, duduk juga bolehh..heheheh
"Nyontek Gak Dosa kok..."
Selain 'cuma' berdiri, kami juga bagi-bagi flyer tentang siapa kami
dan apa maksud asli/pesan dari aksi pada hari itu
Ada beberapa orang yang mau berusaha mencari tau lebih dalam
'Apa sih yang sebenarnya anak biru-merah ini lakukan?'
Ketika orang-orang mau bertanya langsung ke salah satu dari kami,
ini menunjukkan masih banyak kok warga Indonesia yang peduli...
berarti aksi kami sukses membuat orang berfikir kritis
Mungkin karena memang rada mencolok, gak sedikit orang juga ikut mengabadikan momen ini
Tim Biru #1 dan #2 serta Tim Merah pun bergabung untuk melaksanakan penutupan
Barulah Tim Biru mengikuti...
Evaluasi kegiatan @taman sebelah Masjid Salman
Mantra ampuh: Man Jadda Wa Jada
For more information, just visit this link or this one