Ada 2 hal yang membuatku tidak contek-menyontek dalam ujian:
1. Aku tidak mau terlihat pintar karena orang lain
2. Aku tidak mau memperbodoh mereka
seen from China

seen from India

seen from India
seen from Türkiye

seen from France
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from France

seen from T1
seen from United Kingdom

seen from Maldives

seen from Canada

seen from France

seen from Czechia

seen from Poland

seen from Germany
seen from China

seen from Malaysia
Ada 2 hal yang membuatku tidak contek-menyontek dalam ujian:
1. Aku tidak mau terlihat pintar karena orang lain
2. Aku tidak mau memperbodoh mereka
8 Trik Menyontek Paling Pintar Buat Mengelabui Pengawas, Jangan Ditiru!
8 Trik Menyontek Paling Pintar Buat Mengelabui Pengawas, Jangan Ditiru!
Ujian dan menyontek sejauh ini adalah satu kesatuan yang tidak pernah terpisahkan. Di mana masih ada ujian maka disitu pula aksi mencontek bisa ditemukan. Berbagai trik untuk menyelundupkan contekan dalam ruang ujian makin hari makin bervariasi jika tidak boleh dibilang makin kreatif. Tak sedikit pula pengawas yang dapat dikelabuhi dengan trik-trik jitu para murid bandel ini.
Mungkin hampir…
View On WordPress
Ritual Konyol Pelajar Sebelum Ujian Nasional
Ritual Konyol Pelajar Sebelum Ujian Nasional
Ujian Nasional menjadi sebuah jembatan mengerikan bagi para pelajar selama menempuh pendidikan 3 tahun. Mereka menganggap ujian yang berlangsung selama 3 hari ini menjadi satu-satunya penentu kelulusan mereka. Demi mendapatkan nilai sempurna ataupun sekedar lulus mereka melakukan hal-hal konyol.
Berikut kita simak hal-hal konyol yang mereka lakukan sebelum hari ujian nasional datang.
1. SKS…
View On WordPress
Di Cina, 2.440 Peserta Ujian Ketahuan Mencontek
Di Cina, 2.440 Peserta Ujian Ketahuan Mencontek
XI’AN, HARIANACEH.co.id – Lebih dari dua ribu calon apoteker dari Xi’an, Shaanxi, Cina, ketahuan mencontek saat mengikuti tes lisensi nasional. Aksi curang itu terbongkar saat salah satu pengawas menyadari bahwa para peserta menggunakanearphone untuk menerima jawaban yang mereka terima dari hasil transmisi melalui radio.
[contextly_auto_sidebar id="VlYtBy7HYw07q8SUE0aofGwmFCVk7IF6"]“Ini adalah…
View On WordPress
Di Cina, 2.440 Peserta Ujian Ketahuan Mencontek
Di Cina, 2.440 Peserta Ujian Ketahuan Mencontek
XI’AN, HARIANACEH.co.id – Lebih dari dua ribu calon apoteker dari Xi’an, Shaanxi, Cina, ketahuan mencontek saat mengikuti tes lisensi nasional. Aksi curang itu terbongkar saat salah satu pengawas menyadari bahwa para peserta menggunakanearphone untuk menerima jawaban yang mereka terima dari hasil transmisi melalui radio.
[contextly_auto_sidebar id="VlYtBy7HYw07q8SUE0aofGwmFCVk7IF6"]“Ini adalah…
View On WordPress
Pembiasaan
Kata ‘biasa’ akhir-akhir ini menjadi hal yang paling berbahaya-setidaknya menurut analisis saya. Bagaimana tidak?
Sifat keras kepala dan mau seenaknya manusia telah menjadikan kata ‘biasa’ menjadi sebuah pewajaran.
Dahulu, kata ‘biasa’ dijadikan alat untuk sebuah pembiasaan yang baik bagi manusia. Imam syafi’i, biasa mendengarkan Al-Qur’an sejak ia lahir karena ibunya yang terus mendengarkan Al-Qur’an. Lama-lama menjadi pembiasaan baginya untuk mendengar Al-Qur’an. dan pembiasaan itulah yang membuatnya bisa menjadi Hafidz di umur yang sangat kecil.
Okelah, jika kalian protes kepadaku. Itu kan sudah jaman dahulu kala, sebelum adanya era globalisasi. Wajar saja pembiasaan seperti itu. Benar kan, pertanyaan ini muncul karena sifat keras kepala kalian.
Baiklah, akan kuberi contoh yang lebih nyata.
Ada seorang anak, lahir dari keluarga yang tidak terlalu mendalami islam. Sejak kecil dipaksa untuk terbiasa oleh orang tuanya untuk menyaksikan sinteron televisi. yang isinya sangatlah tidak jauh dari orang pacaran. Sehingga itu sudah menjadi pembiasaan bagi dirinya sejak kecil, bahwa pacaran itu wajar.
Lalu kemudian, menginjak remaja, bersekolah dan bergaul dengan banyak orang-orang yang tertarbiyah, anak ini mulai terbiasa mendengar kajian. Dan sudah menjadi sebuah pembiasaan bagi dirinya untuk dekat dengan Sang Pencipta. sehingga sudah menjadi pembiasaan bagi dirinya untuk tidak menyentuh yang bukan muhrim, apalagi pacaran.
Bagaimana? satu contoh nyata, bukan? dan sekedar tambahan, anak ini bukan sekolah di sekolah Islam, namun sekolah negri. Jadi tidak ada alasan untuk mengelak.
Kembali lagi ke awal. Kalau sekarang, kebanyakan manusia menjadikan sebuah pembiasaan terhadap hal yang tidak seharusnya menjadi sebuah pewajaran.
Pembiasaan menyontek. orang yang tidak pernah menyontek sebelumnya, saat pertama kali menyontek akan sangat gugup. namun kemudian menjadi sebuah pembiasaan, dan lama-lama menjadi pewajaran. “Ah, biasa aja kok. Kemaren aja ga ketauan.”
Pembiasaan korupsi. Ada dua sisi dari jenis pembiasaan ini. Pertama dari yang melakukan korupsi. Awalnya tidak biasa, pertama kali melakukan dan terus menjadi sebuah pembiasaan, lama-lama menjadi pewajaran. “Dari kemarin sudah ambil uang rakyat, kalau mau ambil sekalian aja yang banyak.”
Sisi kedua dari yang mendengarkan. Pertama kali ada kasus korupsi, pendengar akan marah, ambil sikap, tidak terima, dan hal lain sebagainya. Namun karena korupsi sudah menjadi pembiasaan, lama-lama menjadi terbiasa-bukan wajar. “Korupsi lagi? ya ampun Indonesia udah biasa banget korupsi.”
Berbahaya bukan? hanya sebagian kecil dari contoh pembiasaan yang dilakukan masyarakat saat ini. Semua itu tergantung kemana kita membawa sebuah pembiasaan. Semoga pembiasaan bisa dijadikan pelajaran.
ManTep_GAN!
Setiap minggu pagi di beberapa wilayah di Kota bandung nan sejuk, selalu dilaksanakannya ‘program’ Car Free Day. Misalnya nih di CFD Dago, jalan dari perempatan di bawah jembatan Surapati sampai ke perempatan McD, bebas mobil motor dari jam 7an hingga 10an. Kemudian jalannya dipakai untuk banyak sekaliii hal yang bermanfaat at at aatt. Warga niat banget kesini mungkin hanya untuk jalan pagi, sarapan, bercengkrama dengan keluarga, main, jualan, senam, bantuan social, perform/entertain, dan paling 'seru' adalah aktivitas yang sengaja menarik perhatian massa
Untuk pertama kali seumur hidup, saya ikut aktivitas yang memang tugasnya jadi tontonan publik. Apalagi isu yang kami angkat adalah hal yang katanya sedang langka dalam jiwa masyarakat Indonesia saat ini. Kejujuran. Kalau boleh jujur, sebelum ke terjun ke lapangan udah ngerasa cukup meneganggakan (sebenernya deg-degan pisan. Bisi ada yang ngamuk tersinggung #eh).
Ya ‘kejujuran’ ini ruang lingkupnya sangat luas, yaitu segala aktivitas hidup kita karena pada dasarnya kejujuran bukanlah pilihan namun merupakan suatu keharusan.
Berhubung yang mengangkat isu ‘kejujuran’ ini siswa-siswi putih abu, maka aktivitasnya pun gak jauh dari kegiatan sekolah, seperti pelaksanaan Ujian Akhir Nasional alias UAN.
Sudah jadi rahasia umum kalau pelaksanaan UAN tak lagi seputih kertas HVS (?)…dan masalahnya, sebagian besar masyarakat telah memaklumi, pasrah saja, atau tak lagi peduli.
Namun pada hari Minggu pagi, 1 April 2012, Mantep_GAN melakukan aksi usil untuk sekedar mengingatkan kembali/memacu masyarakat berpikir kritis tentang prinsip mana yang harus setiap dari diri kita pegang: proses atau jalan pintas? Kemenangan sesaat atau kesuksesan hidup?
Kami berkumpul di taman sebelah Masjid Salman ITB. Tepatnya di bawah menara sebelah masjid.
Briefing sebelum ke jalan
Tim Biru Pro-Kejujuran sedangkan yang merah kontra..
Sebenarnya kedua tim menyuarakan hal yang sama: Kejujuran.
Namun dibuatlah tim kontra sebagai penyedap aksi kami
Tim Biru #1 mengambil daerah depan SMA 1
Tidak perlu berkata-kata, karena dengan berdiri berdiri di jalan seperti ini sudah mendorong
orang yang lewat untuk membacanya.
Tim Biru #2 berdiri di daerah depan Rumah Sakit Santo Borromeus
Sedangkan Tim Merah tepat berada di pertigaan menuju ITB
'Berpose' agar yang lewat lebih tertarik untuk membaca kata-kata yang ada di papan
Kalau capek berdiri, duduk juga bolehh..heheheh
"Nyontek Gak Dosa kok..."
Selain 'cuma' berdiri, kami juga bagi-bagi flyer tentang siapa kami
dan apa maksud asli/pesan dari aksi pada hari itu
Ada beberapa orang yang mau berusaha mencari tau lebih dalam
'Apa sih yang sebenarnya anak biru-merah ini lakukan?'
Ketika orang-orang mau bertanya langsung ke salah satu dari kami,
ini menunjukkan masih banyak kok warga Indonesia yang peduli...
berarti aksi kami sukses membuat orang berfikir kritis
Mungkin karena memang rada mencolok, gak sedikit orang juga ikut mengabadikan momen ini
Tim Biru #1 dan #2 serta Tim Merah pun bergabung untuk melaksanakan penutupan
dengan berpawai
Tim Merah di depan
Barulah Tim Biru mengikuti...
Evaluasi kegiatan @taman sebelah Masjid Salman
Mantra ampuh: Man Jadda Wa Jada
For more information, just visit this link or this one
Aku Juga Dulu Menyontek (2)
Sebelum membaca tulisan ini, silahkan baca dulu Aku Juga Dulu Menyontek (1)
Kebiasaan "KS" masih berlanjut saat aku kelas 7. Bahkan saat itu bukan hanya menyontek saat ujian, tapi juga menyontek PR. Aku sangat terbawa arus lingkungan saat itu. Semakin menjadi-jadilah kebiasaan "KS"-ku. Lalu saat aku memasuki ekskul bernama "ROHANI", mereka sering menjelek-jelekkan orang yang menyontek. Mereka kesal dengan orang yang KS. Pernah seorang alumni berkata, " SMP 5 itu kebanyakan siswanya masuk SMA 3&5. Kebanyakan siswa 3&5 masuk ITB atau masuk PTN favorit. Kebanyakan dari sana jadi pemimpin bangsa. Kalau murid-muridnya suka nyontek, nantinya pejabat Indonesia bakal makin bobrok"
Lalu aku sedikit menyadari bahwa perbuatanku salah. Sebenarnya aku ingin berhenti KS, tapi lingkungan tidak mendukungku. Saat ulangan selalu saja ada orang yang mengajak KS. Dan aku tidak bisa menolaknya. Lalu aku lanjutkan perbuatan dosa itu bahkan hingga UN. Bukannya aku tak mau berhenti, tapi untuk berhenti KS menyontek itu suuuusssaaahnya minta ampun. Apalagi kalau kebanyakan temanmu juga menyontek. Ya, bahkan saat Ujian Nasional SMP pun 100% siswa di ruangan kelasku menyontek, termasuk aku. Baru belakangan ini aku ketakutan. Takut karena saat UN SMP aku mendapatkan NEM dengan cara yang tidak halal, lalu aku masuk SMA 5 takutnya juga jadi tidak halal, dan jika suatu hari nanti aku menafkahi keluargaku karena aku mendapatkan pekerjaan itu dengan cara yang tidak halal. Kenapa tidak halal?
Saya masuk SMA 5 dengan menyontek (tidak halal)>Masuk Ekbang UNPAD lebih mudah karena dididik di SMA Favorit (aamiin)>Kerja di tempat yang bagus karena lulusan dari PTN yang bagus. Na'udzubillahi min dzalik.
Insya Allah bersambung...