Jalan-jalan ke CFD perdana ber3 sama mima yama.. #jurnalmavisha #rashiqaakazoramavishatriyantoro #rashiqa #akazora #mavisha #triyantoro #hima #cfd #cfddago #cfddagobandung (at Sunday Sport Day @ Dago CFD)
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from India
seen from China
seen from China

seen from Singapore
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Finland

seen from Jamaica
seen from United States
Jalan-jalan ke CFD perdana ber3 sama mima yama.. #jurnalmavisha #rashiqaakazoramavishatriyantoro #rashiqa #akazora #mavisha #triyantoro #hima #cfd #cfddago #cfddagobandung (at Sunday Sport Day @ Dago CFD)
In the morning 👨👩👧🌞 #family #cfddago #ajojing (di Car Free Day, Dago, Bandung)
- Thank you for this 2nd winner competition @cfddagobandung - #republikmotret #remot #cfd #cfdaawards #cfddago #hotelgeulis #dago #bandung #photocompetition #photocontest #2nd #winner #juara
Dipegang empuk, didudukin keras Ternyata ini yang hari ini bikin pantat gue kerasanya gimana gitu, hahahaha..., semoga berkah... #bike #carfreeday #cfd #cfddago #cfddagobandung (di Jalan Dago, Kota Bandung)
Mereka yang Allah istimewakan melalui kekurangan
Minggu pagi, Tempat baru tentu saja selalu mengusik untuk ditelusuri tiap jalannya, dibaca setiap pengumuman di atas papan-papannya yang raksasa serta menggoda untuk mencicipi beragam hidangannya. Kesempatan berjalan di pagi ini tidak saya lewatkan, meluncurlah saya dengan segera bersama teman sekosan ke tempat orang-orang ramai berlalu lalang, ya Car Free Day, Hari Bebas Kendaraan di sekitar Dago. Setiap pejalan kaki dimanjakan dengan banyak hal, tentu jalan luas yang biasanya hanya bisa dilewati pinggirnya kini kita bisa pijakan kaki ditengah-tengah, tidak ada larangan dan tidak membahayakan. Jangan tanyakan beragam kuliner disana karena tentu saja banyak, mulai dari makanan khas Bandung sampai makanan khas kota lain pun ada, sebut saja tekwan makanan khas yang berasal dari Palembang. Pagelaran seni pun beraneka macam, mulai dari yang terkonsep rapi sampai yang dadakan. Kebanyakan pentas seni dadakan dilakukan oleh komunitas-komunitas yang memang butuh menarik massa agar dilirik. Saya memiliki misi mencicipi kuliner dan mungkin lihat-lihat komunitas, maklum jiwa aktivis saya mungkin masih menyala hehehe. Setelah berputar sekali menyusuri ujung ke ujung lagi, saya dibuat banyak tertawa, karena berbagai kejadian lucu hehe, sempat juga saya merinding melihat pagelaran seni yang dilakukan sekelompok anak jalanan, saya penasaran dan saya lihat lebih dekat, ada yang serius menhayati peran, ada yang malas-malasan banyak yang sudah kepayahan karena lelah. Saya sempatkan bertanya, ternyata saya bertemu dengan yang lain taraaaaaaaaa yaitu komunitas yang menarik yaitu GERKATIN (Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia).
Saya berkenalan dengan Nirna mahasiswi tuna rungu di UNINUS, dia bercita-cita menjadi guru. Dia masih bisa mendengar lewat satu telingannya sehingga masih cukup mudah berkomunikasi. Dia juga dengan senang hati mengajarkan bahasa isyarat, dengan metode BISINDO ( Sosialisasi Bahasa Isyarat Indonesia ), saya merasa senang bisa belajar beberapa kata lewatnya. Ada beberapa temannya yang tidak bisa mendengar sama sekali sehingga harus benar-benar menggunakan bahasa isyarat. Mereka ternyata ada kelas bahasa isyarat gratis di sekretariatnya di Cicendo setiap hari Rabu, Sabtu dan Minggu setelah sholat ashar. Pertemuan kali ini diakhiri dengan tanda tangan dan pemberian stiker.
Sepanjangan jalan saya berpikir, kasihan ya mungkin mereka kesulitan dalam berkomunikasi dan lainnya. Sampai pada suatu titik justru saya berbalik pada diri saya sendiri
“masih punya mulut bisa berbicara tapi masih jarang berdzikir :( , pendengaran masih normal namun sering digunakan untuk mendengar yang tidak seharusnya, ya Allah apa yang akan mereka katakana di yaumul hisab nanti ya, saat mulut , mata , telinga dan semua anggota tubuh kita bersaksi tentang apa yang kita perbuat selama hidup di dunia”
Saya pun tersadar, mereka para tuna rungu, tuna netra dan yang lain yang Allah berikan kekurangan fisik bukan berarti Allah tidak menyayangi mereka, justru mereka adalah orang-orang yang Allah istimewakan melalui kekurangannya itu. Bagi yang tidak bisa mendengar, mereka terbebas dari fitnah (cobaan) pendengaran, sepi dalam hidupnya jika dimaknai dengan syukur justru jalan tol dalam menjaga diri dari mendengarkan yang tidak baik. Untuk mereka yang tidak bisa bicara, mereka terhindar dari ghibah, atau berbicara yang menyakiti saudaranya, mereka lebih bisa menjaga lisan dan bicara (dengan isyarat) seperlunya. Mereka yang tidak melihat, Allah jaga mata mereka dari melihat yang haram, meskipun mereka butuh banyak usaha untuk melakukan banyak hal namun jika sabar dan syukur insyaALLAH balasannya surga. Maka bagi kita yang diberikan kesempurnaan fisik oleh Allah, jagalah dengan baik, bersyukur dengan car gunakan untuk hal yang mendekatkan diri kepada Allah bukan sebaliknya digunakan untuk hal yang menjadikan Allah tidak ridho kepada kita. Karena semua akan bersaksi dengan sebenar-benarnya.
Semoga Allah menjaga aku dan kalian, manfaatkan lah hidupmu sampai kain kafan menjadi baju terakhir mu.
Pingin lihat sensasi brewing kopi di pinggir jalan sambil CFD-an langsung sama baristanya? Yuk besok pagi di CFD Dago. Brewing start at 6AM #cfd #coffee #carfreeday #cfddago