Saya bukan penggemar anime No Game No Life. Namun karena kelakuan salah satu fans film tersebut yang dengan hebatnya Live IG saat film berlangsung. membuat deretan film yang sudah saya tunggu mengalami penundaan dan terancam tidak ditayangkan. Speechless… Saya masih tidak paham hakikat dari live IG saat nonton film.
Pernah, dulu pada masanya penggemar anime di Indonesia hanya bisa gigit jari karena film-film yang sedang tayang saat itu hanya rilis di negeri tetangga. Baru beberapa tahun terakhir ini saja banyak Anime yang mulai mewarnai layar bioskop tanah Air. Maka, hadirnya film-film Anime di CGV selalu menjadi moment berharga untuk sekedar dinikmati sambil lalu, apalagi sambil live IG. Saya tahu betapa sulitnya film-film genre ini masuk di Indonesia. Karenanya Saya selalu berterima kasih kepada pihak CGV yang terus berusaha menayangkan Anime sampai hari ini. Meski dengan profit kecil dan segmented.
Apa yang dilakukan salah satu admin @forumanime.Id ini bukan hanya merugikan banyak pihak, Namun juga telah melukai hati penggemar anime lain di Indonesia. Mereka yang memang benar-benar niat untuk menonton filmnya, mereka yang sudah menanti berbulan-bulan demi sebuah film, mereka yang suka dibikin harap-harap cemas karena khawatir film yang mereka inginkan tidak masuk ke Indonesia karena satu dan lain hal.
Apapun dalihnya. Bagi saya pelaku, hanyalah fans anime musiman, yang tak bisa menghargai sebuah karya dan tak bisa memahami perjuangan fans lain yang benar-benar ingin mendapatkan tayangan yang layak dan legal di bioskop. Sesuatu yang barangkali masih menjadi hal langka.
Dan baru-baru ini Odex Private Limited selaku distributor film terkait telah memutuskan untuk menahan semua film anime yang dijadwalkan rilis di Indonesia, Selain sudah memastikan beberapa film seperti Fate/Kalied Liner, Fate/Stay Night Heaven’s Feel, Eureka Seven. Detective Conan #22, dua seri lanjutan dari trilogi Heaven’s Feel, serta Nanoha Detonation yang harusnya tayang di 2018 pun terkena imbasnya..
Well, Sangat disayangkan karena nila setitik rusak susu sebelanga.
Mengenai peringatan CGV terkait masalah ini yang menurut sebagian orang dianggap berlebihan, sebenarnya tidaklah demikian. Masih ingat kasus Stand by Me Doraemon beberapa waktu silam ? Karena meluasnya peredaran film tersebut secara ilegal akibatnya Stand by Me Doraemon hanya tayang di beberapa bioskop di Indonesia. Jepang memang sangat ketat terhadap pembajakan, kalau hal seperti terus terjadi disini, bukan tidak mungkin bila di masa mendatang pihak pemilik lisensi mencoret nama Indonesia.
Dan lagi, tindakan CGV adalah hal yang wajar. Dibandingkan Anime Jepang, film-film Hollywood dan lokal jauh lebih memiliki banyak penikmat. Karena sebagai sebuah Perusahaan besar CGV juga pasti punya perhitungan untung-ruginya.
Jadi bayangkan saja, jika film Anime yang sudah susah payah dibawa kesini, dengan budget yang tidak sedikit, lantas ditonton tak lebih dari separuh kuota seatnya, terus masih kamu sharing di media sosial.
Sharing is Caring..?? Nah! Go home, You’re drunk.
Seperti yang sudah saya katakan di atas, Profit dari Anime itu kecil, Ya masa masih tega dibajak. Kurang kejam apalagi?
CGV sudah berbaik hati dengan komitmen mereka untuk membawakan sesuatu yang berbeda dan memberikan penonton pilihan film yang beragam. Jadi sudah sewajarnya kita sebagai penikmat film harus lebih cerdas, dan lebih menghargai hak cipta sebuah karya.
Akhir kata, Saya berharap pihak CGV tetap dapat menanyangkan film-film Anime kedepannya, Karena kalau tidak, bagaimana lagi kita bisa menikmati anime secara legal dan mudah kan?