Durian, Rindu, dan Lampung Barat
Sore itu, setelah selesai penyuluhan di Cigayam, seorang warga menyodorkan durian yang baru dipetik dari kebunnya. Aku menerimanya dengan senyum dan rasa syukur. Di tengah hangatnya sambutan orang-orang yang baru kukenal, ada perasaan yang sulit dijelaskan.
Saat mencicipi manisnya durian pertama musim ini, pikiranku justru terbang jauh ke Lampung Barat. Ke jalan-jalan yang pernah kulalui, ke cerita yang pernah tumbuh, dan kepada seseorang yang hingga hari ini masih sesekali hadir dalam doa.
Hidup memang lucu. Di tempat yang baru, dengan orang-orang yang baik, aku belajar bahagia. Namun di antara manisnya durian Cigayam dan dinginnya senja, ada rindu yang masih pulang ke Lampung Barat. 🌹🤭






