
seen from Australia
seen from Germany

seen from United States

seen from Canada

seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Germany
seen from Lithuania
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Netherlands

seen from United States
seen from China
seen from China
Aneh.. Kenangan apa yang kita miliki di pagi hari? Aku memikirkanmu melewati segarnya oksigen pagi yang menyentuh kulit, begitu dingin.. Mengingatmu di antara tetesan embun yang tergelincir di daun-daun, begitu sejuk.. Mendambamu di antara langkah setiap orang yang saling mendahulukan, begitu tertinggal.. Dan Merindukanmu seperti memasuki gerbong kereta di kala pagi, begitu sesak dan menyakitkan... #sajakliar #commuterline #cikini #dailystruggle #hft #gloomy @sajakliar (di Cikini railway station)
In Silence by Ragil Ticilius Via Flickr: Silent. Choreographed by Raja Aulia P. "Quite People Have The Loudest Minds"
August 2017, Jakarta
Weekend itu cocoknya jadi waktu hibernasi, apalagi yang kerjanya cuma dapet libur satu hari. Tapi kok kalo seharian cuma tidur aja, aku rasanya rugi. Kenal Alin dan Tya dari Buku Berkaki, mereka ngajakin keliling-keliling Cikini bareng Jakarta Good Guide. Tentu aja Rani ayo-in.
Jadi seneng kemana-mana naik commuter line, termasuk perjalanan kali ini. Dari rumah, berangkat ke stasiun Cawang lalu turun di stasiun Gondangdia (untuk ke gedung Joang 45, meet poin Jktgoodguide). Karena telat (sebenernya sih…nggak juga-alasan) jadi dari stasiun Gondangdia naik ojek online menuju gedung Joang 45, padahal super deket mungkin sekitar 5 menit sampe kalo jalan kaki.
Sebelumnya, Jktgoodguide ini semacam agen jalan-jalan atau jasa yang bergerak dibidang tour guide dan pay as you wish. Cmiiw. Oke banget sih menurut Rani, mereka dengan ikhlasnya jadi tourguide keliling-keliling suatu area dan jalan-jalannya ini nggak sebentar loh 2-3 jam (jalan kaki ya, bagi pedestrian-garis keras dan pencinta fotografi, Rani rekomen ikutan ini). Setiap hari ada jadwalnya ke rute yang berbeda-beda, kalian bisa cek di instagramnya @jktgoodguide. Guide membagi diri menjadi dua eh maksudnya kelompoknya dibagi jadi dua bagian, bahasa inggris dan bahasa Indonesia.
Setelah semua peserta berkumpul dan sedikit briefing juga perkenalan, perjalanan dimulai
Gedung Joang 45
Gedung ini punya spot lantai yang lucu untuk foto, eh hahaha. Gedung Joang 45 berisi pengetahuan sejarah Indonesia, ada diorama juga miniatur mobil Presiden RI 1 jaman dahulu. Dengan biaya masuk yang sangat super affordable layaknya museum-museum lainnya, kalian bisa mengenal Indonesia jauh lebih dalam. Mas Huans sebagai tour guide menjelaskan setiap detail yang ada di gedung ini.
Gedung Pos Indonesia
Mengunjungi salah satu gedung pos tertua yang ada di daerah Cikini. Buka 24 Jam. Rani rindu main surat-suratan.
Jalan Raya Cikini
Menelurusi jalan raya Cikini, cantik banget banyak mural di mana saja kaki kamu berpijak. Ternyata mural ini bentuk karya persahabatan Indonesia - Korea. Keren! Makin keren kalo diretouch.
Tan Ek Tjoan
Salah satu pabrik penghasil roti tertua di Cikini, sudah tutup yang di daerah Cikini namun mereka masih hidup di daerah Bogor. Beberapa penjual roti Tan Ek Tjoan masih setia menjajakan rotinya di Cikini. Roti yang menjadi pilihan favorit adalah roti Gambang.
Taman Ismail Marzuki
Lewat Planetarium malah salah fokus. Salah satu tempat yang pengen banget Rani kunjungi dari dulu, tapi belum kesampean. Bangunan futuristic TIM ini cukup menyita perhatian. Di bawah pohon yang rindang di bagian luar gedung ini dijadikan tempat latihan menari bali. Ah, jadi kangen nari.
Tjan Njan
I scream for ice cream! Enak!
Di dekat es krim Tjan Njan ini ada gedung bertuliskan laba-laba, ternyata ini adalah tempat mereparasi sepatu yang sudah berdiri sejak lama. Lanjut ke salah satu sekolah, yang dulunya adalah sekolah pertama yang ada (sekolah pertama: seperti TK/ SD jaman dahulu).
Rumah Raden Saleh (RS. PGI Cikini)
Ternyata, area milik Raden Saleh sangat luas. Cari saja jalan yang bernama Raden Saleh di area Cikini ini, itulah kepemilikan beliau. Selain adanya kediaman Raden Saleh (beliau adalah seorang pelukis Indonesia) di area ini ada juga sebuah kapel. Namun jktgoodguide hanya sempat berfoto di depan kediaman Raden Saleh saja. Bangunan bergaya gothic ini sangat menawan.
Perguruan Cikini
Istirahat sebentar, sembari mendengarkan cerita Mas Huans seputar perguruan Cikini.
Jl. Surabaya
Akhir dari perjalanan ini ditutup dengan belanja di jalan Surabaya. Nggak sih, nggak belanja, honestly. Bagi pencinta barang-barang antic, disinilah surganya.
Seru banget walaupun panas menyengat dan perjalanan yang cukup panjang, Rani dapet banyak ilmu juga foto-foto yang bagus hehe. Pedestrian garis keras (nggak garis keras sih, tapi cukup cinta jalan kaki) dan pencinta fotografi seperti Rani jalan-jalan yang seperti ini menjadi pilihan yang tepat untuk mewarnai hari libur yang ada. Next time mungkin akan ikut lagi ke rute yang berbeda. See ya!
❤ Rani
Thanks to: Jktgoodguide, Mas Huans, Alin, Tya
A busy morning.
— Cikini, Jakarta.
Jazz di Jantung Cikini: di Tsnada Musicafe
Jika Anda mencari definisi malam yang sempurna di Jakarta, coba bayangkan ini: udara Cikini yang legendaris, aroma kopi, dan alunan improvisasi jazz dari para maestro tanah air. Itulah yang terjadi pada 12 Januari silam saat saya berkesempatan berbagi panggung di Tsnada Musicafe. Panggung Para Maestro Malam itu bukan sekadar gig biasa. Berbagi energi dengan sosok-sosok legendaris adalah…
PIJATIN COM | 0814-0166-0580 | MASSAGE PANGGILAN CIKINI