Kereta Api: Tempat Kenangan Berkumpul dan Melaju Cepat
Buat saya kereta api bukan hanya sebatas moda transportasi darat yang sering saya pakai untuk berangkat dan pulang kerja. Lebih dari itu, kereta api adalah sebuah tempat dimana semua kenangan berkumpul dan melaju cepat. Terdengar menjijikan memang, namun begitu adanya. Seberapa berhimpit-himpitannya kereta api saat senin pagi ataupun seberapa lama kita duduk hingga pegal karena mengarungi jakarta-malang, saya akan terus memilih kereta api sebagai moda transportasi favorit. Didalam kereta api, miniatur kehidupan hadir dalam bentuk yang lain, walaupun tidak selamanya menyenangkan namun pasti akan selalu berkesan.
Saya sudah naik kereta api sejak saya duduk di taman kanak-kanak. Dulu ibu dan ayah mengantarkan saya ke daerah glodok untuk membeli nintendo. Haha. Dan perjalanan saya pertama secara mandiri menaiki kereta adalah ketika saya duduk di bangku SMA, perjalanan ke stasiun cawang dalam rangka membeli sneakers di daerah taman puring. Beberapa tahun setelahnya, kereta selalu mewarnai hidup saya. Saya sekolah, saya kuliah, saya magang, saya bekerja, saya resign, saya bekerja lagi, resign lagi, dan hingga bekerja lagi, semua itu saya alami di kereta. Bahkan ada satu momen ketika saya bersama salah satu mahasiswa master dari universitas tersohor di daerah California Amerika Serikat mengadakan riset tentang kereta api dengan studi kasus: performansi commuter line jabodetabek. Kereta api memang membawa saya into the next level.
Kenangan yang paling saya ingat adalah banyaknya orang yang seringkali pura-pura tidur di commuter line karena berhasil mendapatkan duduk di commuter line adalah sebuah prestasi tersendiri. Selain itu, kenangan lain yang cukup unik buat saya adalah waktu itu kereta mengalami gangguan di manggarai, kami para penumpang yang pada awalnya kesal malah mencoba menikmati momen itu dengan ngobrol satu sama lain. Hingga pada akhirnya mengenal satu sama lain.
Sepuluh tahun saya menjadi pengguna setia kereta api, wajar jika saya mempunyai angan-angan terhadap kereta itu sendiri. Saya ingin “teman” saya ini jauh lebih baik. Angan angan saya kurang lebih sebagai berikut.
1. Dibangun di seluruh indonesia
Sesuatu yang berharga memang baru akan terasa jika kita sudah kehilangan. Saya kehilangan kereta api ketika dalam beberapa bulan terakhir ini saya harus dipindah ke Samarinda, Kalimantan Timur. Tidak ada kereta api disini yang biasa saya naiki dulu. Itulah mengapa saya berharap dalam beberapa tahun kedepan kereta api bisa terpasang diseluruh pelosok indonesia, tidak hanya untuk mempermudah transportasi tapi juga agar seluruh penduduk indonesia merasakan romantisme yang saya sebutkan di atas tadi.
2.Jaringan Internet di dalam gerbong
Jika berkaca saat saya masih rutin menggunakan transportasi ini, salah satu masalah dalam kereta adalah sinyal yang kadang terganggu karena seringkali menembus area-area yang sulit dijangkau tower operator selular. Alangkah dinamisnya jika dalam kereta ada suatu spot khusus yang menyediakan jaringan internet mumpuni. Para pebisnis, pekerja, atau bahkan mahasiswa yang sedang dikejar deadline pasti akan sangat terbantu oleh ini. Ruangan khusus ini bisa dikenakan tarif premium karena pasti membutuhkan infrastruktur yang biayanya cukup tinggi. Terus kenapa engga seluruh gerbong aja dipasang Wi-Fi? Alasannya ada di nomor 3
3. Papan identitas dan buku gratis
Saya adalah orang yang cukup terobsesi kepada buku dan juga diskusi publik. Saya merasa membaca adalah hak dan juga kewajiban semua orang. Saya pun merasa bahwa berdiskusi adalah hak dan juga kewajiban semua orang. Nah, masalahnya kadang dari kita lupa bawa buku atau tidak nyaman membaca melalui layar digital. Pasti akan menjadi bermakna jika ada buku-buku yang enak dibaca ditaruh di setiap gerbongnya, baik kereta jarak dekat ataupun jarak jauh.
Selanjutnya yang saya resahkan adalah ketika di kereta banyak sekali orang yang tidak berkomunikasi satu sama lain. Asing satu sama lain. Padahal kereta merupakan tempat ideal untuk memperluas pertemanan karena kereta adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang beragam. Tapi, bagaimana kalau ingin ngobrol tidak tau nama? Nah, saya harap nanti di setiap uang elektorinik yang dipakai untuk tapping commiuter line atau kereta jarak jauh, ada slot nama atau papan identitas yang bisa ditempel di baju. Jadi semua orang bisa berkenalan tanpa ada rasa canggung.
4. Mens sana in corpore sano
Beberapa kali saya naik kereta dalam keadaan tidak enak badan. Keringat bercucuran, masuk angin, kepala pusing dll. Mungkin tidak hanya saya, kawan kawan lain mungkin sempat mengalaminya. Namun di dalam kereta, tidak ada obat-obatan, tidak ada dokter yang standby berjaga. Mungkin jika semua unsur operasional kereta sudah mapan, fasilitas kesehatan adalah salah satu prioritas yang harus secepatnya diadakan.
5. Tepat, Cepat, Hangat, dan Selamat.
Namun semua poin diatas akan menjadi mustahil apabila pelayanan kereta api tidak dilakukan dengan tepat. Perlu kita akui terkadang kereta api mengalami gangguan, seperti gangguan sinyal di beberapa tempat, rel anjlok, ataupun gangguan teknis lainnya. Saya harap gangguan teknis berulang seperti ini bisa ditanggulangi dengan tepat dan cepat demi mewujudkan pelayanan kereta api yang hangat. Pada intinya orang memilih kereta api adalah untuk pergi ke tujuan dengan tepat waktu dan selamat.
Semoga kedepannya saya bisa pulang kerumah dan mencoba memutar kenangan lama dengan menaiki kereta dari Bogor ke Stasiun Jakarta Kota sambil melihat orang pura-pura tidur. Semua kenangan berkumpul dan melaju cepat disini.