Manusia Jhancook!
Sampai sini aku mengerti, bahwa cinta manusia tidak bisa dijadikan tumpuan.
Harapan kepada manusia, siapapun itu, bahkan diri sendiri sekalipun, adalah sia-sia. Manusia terlalu banyak lemahnya, bodohnya apalagi. Mulutnya saja yang banyak bicara, hati dan otaknya didiamkan saja. tidak diberdayakan, dimanfaatkan semestinya.
Selama ini puisi cinta untuk si dia, buang-buang waktu saja ternyata. Jatuh bangun memperjuangkan cinta, ternyata salah jalan perjuangan. sungguh menyebalkan. kesal!
Cinta manusia selamanya akan membinasakan dan memperdaya. Maka jangan terlalu larut seperti larutnya gula dalam gelas kopi. Kopi tetaplah kopi yang pahit, pada hakikatnya gula tidak pernah merubah kopi menjadi kopi yang manis.
Manusia tetaplah manusia. Bodoh dan pelupa. Sekalipun sudah diberi limpahan cinta yang tulus, tetap saja manusia tempatnya lalai dan lupa. Itu bukan kataku, Penciptanya yang bilang begitu.
26 Januari 2023-Mumpung bayi 1 tahun 5 bulan sedang tidur,










