Selamat datang wahai malam, Minggu itu abu Buah tangan bersimpuh rindu Duhai pelantun ayat- ayat kekasih Siapa kau sembah dan budak mana yang kau pekerjakan? Masih ingatkan sajaknya Rendra, Pesan Pencopet kepada Pacarnya Aku tak akan membujukmu nikah padaku dan lari dari lelaki yang meliaramu... Nasibmu sudah lumayan Dari babu dari selir kepala jawatan Apalagi? Nikah padaku merusak keberuntungan Masa depanku terang repot Sebagai copet nasibku untung-untungan... Cintamu padaku tak pernah kusangsikan Tapi cinta cuma nomor dua Nomor satu carilah keslametan Hati kita mesti ikhlas berjuang untuk masa depan anakmu Janganlah tangguh-tangguh menipu lelakimu Kuraslah hartanya Supaya hidupmu nanti sentosa Sebagai kepala jawatan lelakimu normal suka disogok dan suka korupsi Bila ia ganti kau tipu itu sudah jamaknya Maling menipu maling itu biasa Lagi pula di masyarakat maling kehormatan cuma gincu Yang utama kelicinan Nomor dua keberanian Nomor tiga keuletan Nomor empat ketegasan, biarpun dalam berdusta Inilah ilmu hidup masyarakat maling Jadi janganlah ragu-ragu Rakyat kecil tak bisa ngalah melulu Tukan mendung lagi 😄 gibas abang dek dengan jurusmu 😜😀 Taken by: @mbohlali 😁 #cipedi #pencaksilat #terate #shoes #ladies #hijabers #idaman #bombers #instadaily #Yogyakarta











