Coba Lain Kali...
(Ditulis dalam keadaan calm kok hhe Bismillah)
Kadang sebel gitu kalau ada orang yang sok nasehatin, seolah tahu segala hal tentang kita, memberi masukan tapi gak ngasih solusi.
Akhir-akhir ini ada yang lagi sering ditanya soal jodoh? Atau udah kebal? Haha.
Gini, ternyata saya menemukan ada orang yang baru kenal, lalu sekenanya bilang ke teman saya, "jangan pilih-pilih, kriterianya jangan ketinggian coba"
Bayangkan guys. Ini orang, kenal sama kita aja belum. Baru ngobrol beberapa jam doang, lantas men'judge' kita begini dan begitu. Tapi santai, kita gak boleh naik darah hahaha. Kita hidup di negara multikultural kan, termasuk cara 'berbahasa' tiap orang juga berbeda. Kalau kata orang sunda, tong saruana, kudu ngelehan.
Okey. Saya mau bahas. Jodoh itu bisa gak sih semaunya kita? Ingin besok nikah titik, gak mau nanti-nanti. Ah mau si itu pokoknya, gak mau yang lain. Gak bisa gitu jengkeliiin. *haha canda
Terkadang kita cepat menilai orang lain dari permukaan (yang jelas terlihat) tanpa mau tahu dasarnya (yang tidak nampak). Ya sama kaya laut. Orang lebih suka main di pantai ketimbang dasar lautnya. Boleh jadi, orang lain yang kita judge ini sedang ikhtiar loh. Mengupayakan apa-apa yang menjadi tujuan. Entah itu pekerjaan, jodoh, dll.
Coba kalo misalnya dia sedang usaha melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan. Lantas kita (yang belum dengar penjelasannya) malah nyeletuk, "jangan diem aja sih, coba dong ke perusahaan ini itu". Hadeuuh kebayang gemesnya kita yang udah capeeek, kek apa cobaa hahaa
Ada tipe orang yang upayanya tak mau diketahui orang. Ia sibuk dengan ikhtiar tanpa ribut meminta bantuan orang lain. Selagi dia bisa, maka kerjakan. Serius ada loh yang begini. Termasuk saya hahaha. Bukan gak mau berbagi, tapi gak mau bikin mumet orang. Biar berdua aja dah sama Allah. Kalau butek, baru minta bantuan orang.
Coba lain kali, jangan bikin syok orang yang baru kenal kamu dengan gaya bahasamu yang kurang berkenan di hati orang. Coba lain kali, jangan mulai memberi nasehat tanpa diminta si lawan bicara. Coba lain kali, kenali dulu karakter lawan bicara sebelum 'jeplak!' gitu aja. Coba lain kali, jangan sok tau atas masalah orang lain. Coba lain kali, belajar merangkai kata yang baik tanpa harus menyinggung perasaannya.
Oh iya. Belum menikah, belum punya anak, belum bekerja, dan belum-belum yang lainnya bukan perihal menunda takdir. Bukan juga ajang mempertanyakan takdir. Tapi ini tentang menjalani takdir dan meyakininya.
Yakin deh, semua udah Allah atur sedemikian rapih kok. Kita nya aja kadang yang gak sabaran, bikin semrawut, dan acak-acakan. Pertanyaan demi pertanyaan akan selalu datang sampai kapanpun, bahkan sampai mati pun. Jangan pernah ragu atas takdir terbaik-Nya. Jadikan pertanyaan dari sekitar sebagai doa yang kamu semogakan.
Selamat berikhtiar guys :)
Bogor, 24 Juni 2019
@janatunrahmilah










