Menanti rakan mengambil biskut semperit, kita baca dulu #bibliophile #bookish #criticaleleven #lejenpress #bookstagram #ikanatassa (at Mydin MiTC Melaka)
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Argentina
seen from United States
seen from South Africa

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Argentina
seen from United States
seen from Argentina
seen from Argentina

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Argentina
seen from Australia
Menanti rakan mengambil biskut semperit, kita baca dulu #bibliophile #bookish #criticaleleven #lejenpress #bookstagram #ikanatassa (at Mydin MiTC Melaka)
Menanti rakan mengambil biskut semperit, kita baca dulu #bibliophile #bookish #criticaleleven #lejenpress #bookstagram #ikanatassa (at Mydin MiTC Melaka)
Ini seperti sebuah Critical Eleven. Kesan di tiga menit pertama begitu memikat. Dan di delapan menit sebelum berpisah alam pun berbahasa, apakah akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi sebuah perpisahan. #criticaleleven #criticalelevennovel #criticalelevenmovie (at Raffa Boarding House)
CRITICAL ELEVEN; IN MY SIMPLE OPINION
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 344 Halaman
Terbit : 2015 (Cetakan Pertama)
Sutradara : Monty Tiwa, Robert Ronny
Produser : Chandparwez Servia, Robert Ronny
Distributor : Starvision Plus
Durasi : 135 menit
Rilis : 10 Mei 2017
Pemeran: Reza Rahardian, Adinia Wirasti.
----
Sejak baca ini buku, rasanya udah pengen banget bikin semacam review, or a simple thing aja buat nunjukin penghargaan versiku buat penulisnya. Dicoba diulang-ulang lagi bacanya. Direnung-renungi. Tapi tetap belum kesampaian. Padahal seru banget bukunya ya. Alhasil, sampelah masa tayang filmnya di bioskop, dan baru akhir-akhir ini bisa liat secara full. Keinginan buat review itu muncul lagi. Semoga gak telat dan bosenin deh.
“Dalam dunia penerbangan, dikenal istilan critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat – tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing- karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It’s when the aircraft is most vulnerable to any danger.
In a way, it’s kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena pada saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu delapan menit sebelum berpisah – delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.”
Seberapa banyak sih yang tau bahwa ada istilah ‘critical eleven’? Mungkin buat orang-orang yang memang bersahabat dengan pesawat, bisa lebih nyambung. Nah buatku yang bener-bener awam, C11 adalah sesuatu yang sungguh baru untuk dimengerti. Frasa C11 ini earcachy - enak dibaca, enak didenger, plus enak juga untuk aplikasi di kehidupan sehari-hari. Nyambung gitu. Btw, setelah tau C11, pas tetiba naik pesawat, aku beneran ngerapal banyak doa lho waktu take off sama landing. Tegang beud.
Jadi, kayak yang udah diketahui bersama, tulisan Kak Ika emang enak untuk dinikmati. Metropop yang sangat bisa aku terima (masih nyoba suka genre satu ini soalnya). Bahasanya lincah. Tutur kata yang seru. Kadang lucu, kadang tegas. Juga lihainya dalam ngebangun suasana rumah tangga biar yang baca bisa ngerasain apa yang dirasa tokoh-tokohnya. Walo sebagai pembaca aku gak pernah (dan jangan pernah ya) ada di situasi yang dialami Ale dan Anya, tapi kok emosi keduanya tuh bisa sampe banget. Bahkan pengen ikutan nangis di saat terrendah mereka.
Well, nobody know what happens next #criticaleleven
Jadi, ceritanya ikutan PO buku ini tahap pertama yg bertanda-tangan kak @ikanatassa tapi gagal, jadilah baru bisa PO tahap kedua yg berbonus postcard. Telat banget buat posting ini😂 terlalu bersemangat baca buku sebelum nonton filmnya. Review singkatnya ada di goodreads-ku, yang review panjang lagi ditulis di blog✌ Cuma butuh 3 halaman buatku yang baru baca karya kak @ikanatassa buat jatuh cinta sama ceritanya (termasuk jatuh cinta sama Ale) Sama seperti judulnya: #CriticalEleven adalah sebelas menit paling kritis buat dunia penerbangan, sama juga dengan pertemuan kita dengan seseorang untuk pertama kali, tiga menit awal dan delapan menit sebelum berakhir. Kisah Ale dan Anya ini kisah real banget, can happen to us. Pertemuan yang manis-memilih jatuh cinta-lalu ada konflik dan mempertanyakan apa arti cinta itu sendiri. Anya; wanita independen yang akhirnya jatuh cinta sama Ale dan menikah kemudian ragu2 tentang perasaannya. Ale; tukang minyak, fans ketoprak, kastengels, kopi, buku, film dan lego yang kerjanya di rig selama 5 minggu sebelum pulang untuk 5 minggu berikutnya. Meyakini dirinya sendiri bahwa dia jatuh cinta sama Anya tepat di menit2 terakhir pertemuan pertama mereka, lelaki yang nggak peka tapi gampang banget dicintai. Alih2 memilih adegan melamar yang sweet banget, kak Ika memilih adegan melamar yang akhirnya menjadi bagian favoritku (Mau tau? Baca deh) Di film ada sedikit perbedaan tapi bener2 bikin aku yang sedari awal #TeamAle jadi semakin jatuh cinta ke dia (apasih) Bagaimana pernikahan yang diidamkan banyak orang ternyata menyimpan persoalannya masing2, dan Ale yang sudah menjadikan Anya sebagai rumah serta alasannya untuk pulang setelah bekerja harus meyakinkan istrinya kembali bahwa pernikahan mereka adalah hal yang benar. Usaha Ale, penolakan Anya, tingkah Harris, persahabatan Angnes dan Tara serta Donny, kewibawaan bapak Jendral, dan keibuannya bu Jendral semuanya diramu dengan apik. Love does not consist of gazing at each other, but in looking forward together in same direction. I need Ale! Kalau nanti lebaran dan ditanya kapan nikah, I will answer : Give me Ale and I will marry him. #CriticalEleven #Reader