Kita memang tak bisa memaksa manusia untuk harus seperti kita. Manusia yang nyebelin itu banyak. Apalagi yang tak punya tata krama, etika dan empati. Yang mengudara setelah disanjung. Yang hanya memikirkan diri sendiri. Memikirkan citra diri sampai lupa kasih sayang. Aku lupa kalo manusia itu juga sampai saat ini masih bernafas di sampingku. Yang sangat tidak peka. Ah, aku benci memikirkannya.
Memiliki orang seperti itu di hidup kita sungguh melelahkan. Batin & mental kita. Atau aku yang terlalu berharap segalanya mungkin dapat kembali seperti dulu. Tapi aku lupa, bahwa setelah badai tak selalu ada pelangi, namun hanya puing-puing kehancuran yang sejatinya butuh waktu untuk dibangun lagi. Juga harapan untuk kembali seperti sedia kala jangan dilambungkan tinggi-tinggi. Nanti kau akan menyesal nantinya.
Suatu sore di Bandara Mathilda Batlayeri, Saumlaki. 19 Maret 2022.















