SI BETIS BESI
Selangkah lagi purna. Ia harus merasakan lemah tak berdaya dan berbaring di atas kasur lapuk berangkai besi. Tanganya lemah. Kakipun tak berdaya. Bahkan bersila tak mampu. Tetes demi tetes cairan keajaiban pun terus mengaliri tubuhnya.
Tak biasanya ia begini. Sepanjang aku hidup, kali pertama dia terbaring dan terpuruk ta berdaya seperti saat ini. Tulang besi yang biasanya dia gunakan untuk menghidupi kami sekarang melemah tak lagi bersuara. Punggung baja yang biasanya ia gunakan untuk memikul semua beban keluarga sekarang terlihat murung tak bersapa. Lekas membaik. Karna kau yang terbaik.




















