untitled #12
jangan terlalu terpaku oleh satu kuntilanak berbinar, dan diklisekan oleh dedelan kosmetik murahan
apalagi tergoda oleh seorang penggoda malam hari, tapi jangan samakan seperti pelacur.
semuanya berhubungan, eh, malah hanya seorang
pengundang depresi pengikat oleh riuh musik klasik.
sudikah telinga ini membiarkannya lalui timpani?
kuntilanak!! Bah, terlalu disederajatkan.
tapi tak sederajat dengan pelacur.
Tak apalah untuk sesekali menyetarakan, ya?
setidaknya, itu lebih baik. maaf saya bercanda.
Pernahkah kamu melempar seluruh asas yang kamu miliki?
lemparkan seluruhnya, biar aku yang memakannya, agar semuanya terpenuhi.
Kalau enggak mau, biarkan itu mengambang, mengambang, hap dan menyangkut di ketiada.
bagaimana aku mengambilnya?
dan jika sudah terambil, akankah semua terpenuhi?
pikirnya sudah futuris, melalapnya terlalu dalam, hingga tersesat.
terlalu intim, langsung saja kumulai, akankah spesifik dari alphabet jika terambil salah satu huruf akan menjadi ambigu?
Mari kita susun, dari A sampai Z, tanpa huruf. Aku lelah aku muak.
Terasa tidak, karna hanya cara ini semuanya lengkap.
Wajar, diri tak bisa dapat sesuatu sensitif yang gerangan punya. Jangan ngeres!
tapi setidaknya, diri bisa menyimpan alfabet namamu, dan kumiliki. sekalipun itu barang curian.
Siapa peduli?
May, 2010.










