Hiking dengan anak ke Curug Cibaliung
Postingan ini mengandung ajakan, resiko ditanggung sendiri yah.
Sebenernya ini cerita bulan oktober tahun lalu hihihii biar nggak basi, angetin dulu kali yah :) Yah nulis kan nggak cuma butuh waktu dan tenaga (yaelah)... tapi juga butuh niat dan kemauan hihihihii...
Well, seperti judul nya “Hiking dengan anak ke curug cibaliung?”
KENAPA TIDAK !! hihihii...
Saya berangkat dengan suami (yaiyalah) dan juga 2 orang anak berusia 2 tahun (abid) dan juga 5 tahun (lea). Karena anak saya lea yang berusia 5 tahun sangat menyukai adventure hihihii jadi dia paling semangat 45.. oh sungguh umur nggak bohong deh, emak nya kalah sama anak umur 5 tahun yang nggak ada cape nya sama sekali. Sedangkan abid yang berusia 2 tahun, di gendong menggunakan gendongan tula (next time kayaknya butuh sewa baby carrier untuk hiking deh), so far sih abid nyaman-nyaman aja... secara dia sampe terlelap juga kok pas perjalanan pulang menuju parkiran.
Jujur saja, sebelum berangkat tuh, sempet maju mundur maju mundur gitu hihihii karena kan belum pernah sama sekali, nggak tahu trek nya seperti apa, jaraknya dan lain-lain. Jujur saja, kadang suka nggak terlalu percaya sama cerita orang hihihiii yang bilangnya deket cuma 5 menit nyampe, tahu nya butuh waktu puluhan menit hihihii. Inti nya yah, jangan pernah nanya sama akang-akang di sekitaran loket seberapa jauh itu curug. Standar mereka beda gaes sama kita... mereka sudah terbiasa menyusuri bukit/gunung. Lah saya? jalan landai aja ngos-ngosan hihihihi
Akhirnya setelah saya dan pak suami yakin, berangkat lah kita menuju curug cibaliung. Dari rumah jam 05.30 pagi dan hari itu saya dan pak suami cuti, jadi kami jalan di weekdays yah. Jalanan lancar dan sampai parkiran jam 7an pagi. Ternyata sudah ada beberapa mobil yang parkir. Seperti biasa, ritual sebelum jalan, ke toilet dulu. Dan pastikan kita sudah sarapan yah.
Tiket masuk curug bisa di tengok di foto diatas hihihiii.. kira-kira 25ribu lah per orang untuk mencapai vurug cibaliung.
Untuk jaraknya sendiri, dari parkiran mobil sampai curug cibaliung kira-kira 2,8 km dan kami tempuh dalam waktu kurleb 1jam 20menit dengan istirahat 4-5x (anak nya sih kuat, emak nya yang sering request istirahat). Oh ya, untuk trek nya sendiri.. menurut saya petunjuknya sangat jelas dan kita masih sering juga berpapasan dengan beberapa orang (entah itu penduduk lokal atau pun pengunjung), jadi nggak perlu guide. Kecuali memang nggak pede, yah dipersilahkan... berikut beberapa petunjuk jalan yang sempat saya abadikan...
Jujur yah, pertama kali trekking ke curug setelah bertahun-tahun nggak kemana-mana (mentok-mentok cuma nge mall).. kaki rasa nya pegel banget hihihii well, secara ketinggian sih.. masih OK lah, tapi untuk orang tua sih menurut saya cukup main ke curug hejo yang jaraknya paling dekat dengan parkiran mobil (15 menit jalan kaki) dan hanya sedikit menanjak dan turun tangga saja. Berikut yang sempat saya dokumentasikan selama perjalanan menuju curug cibaliung.
Sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan pohon-pohon dan juga sungai yang terlihat dari kejauhan...
Oh ya, kalau berencana main ke curug.. usahakan malamnya tidak hujan yah, karena dijamin jalanan akan becek dan licin. Foto perjalanan yang bisa saya dokumentasikan, hanya trek yang kira nya santai. Karena ada beberapa titik yang memang kita harus harus hati-hati... jadi, boro-boro mendokumentasikannya, mau melewati nya saja kudu ngedeprok dulu biar nggak jatuh hihihii.
Akhirnya setelah 1jam 20menit, tiba juga di curug cibaliung... mohon maaf nih, saya nggak ada foto proper curug nya hihihii... yang jelas, curug nya pendek, jadi enak buat main air... karena kalo curug tinggi kan cenderung mistis yah (menurut saya) dan cipratan air nya bikin dingin grrrrr. Enaknya tuh cuaca di daerah sini panas hihihiii jadi nggak usah takut anak kedinginan.
Sekian cerita ibu put trekking ke curug cibaliung dengan membawa 2 anak hihihiii... Beneran bikin nagih sih kalau saya mah.
Berikut ini tips saya trekking dengan anak :
Usahakan berangkat sepagi mungkin jadi kita masih bisa menikmati curug sepi dan saya alhamdulillah selama jalan pagi, hampir tidak pernah ketemu pungli (mereka kayaknya masih tidur).
Anak-anak wajib sarapan terlebih dahulu, jadi pas nyampe curug.. mereka tinggal main air jadi menghindari masuk angin dll.
Pakai alas kaki sesuai medan, jangan sekali-sekali pakai sandal/sandal jepit. Minimal sepatu sandal gunung atau sepatu kets. Jangan coba-coba pake sepatu yang sudah lama nganggur yah... kemungkinan besar itu akan lepas sol nya hihihihii (pengalaman pribadi).
Nggak usah terlalu banyak bawa cemilan hihihii karena banyak warung kok.. mulai jual indomie dan juga jajanan.. secara harga masih normal kok. Pengalaman saya selalu banyak bawa cemilan, nyata nya mah pas perjalanan pada males ngemil dan pas main air mereka juga sibuk main hihihii. Pada akhirnya itu cemilan dibawa pulang lagi hiks. Jadi daripada berat2in kan yah.
Sediakan uang cash secukupkan. kenapa? karena tidak menerima debit hihihii begitu juga restoran disekitar curug (kali aja kan yah, pulang dari curug mampir ke restoran sekitar).
Oh ya, setelah dari curug cibaliung.. jika mau mampir-mapir ke curug yang lainnya (yang lokasi nya sebelum curug cibaliung) bisa banget yah.... Kalau menurut saya sebaiknya ke curug yang paling jauh dulu... pulangnya baru mampir atau hanya sekedar lewat saja (kalau jalur ini memang bisa sekalian pas pulangnya melewati beberapa curug). Jadi sekali jalan, bisa dapet 2-3 curug.
Untuk main air nya sendiri, biasa nya nggak akan lama-lama juga sih. Kemarin kita main ke curug itu cuma 1-2jam saja, dan pas dzuhur sudah sampai di parkiran mobil lagi... jadi pas perjalanan pulang biasa nya kita cari tempat makan yang searah pulang.. Dan kali ini kita mampir ke pondok ciherang, kalau kalian ke curug cibaliungnya dari arah sentul, nanti sebelum tiba di parkiran curug cibaliung pasti melewati kok pendopo ciherang ini, lokasi nya sesudah jembatan dan ada di sebelah kanan jalan. Untuk pemandangan OK lah.. secara harga juga masih standar. Sayangnya parkirannya sempit dan meja untuk makan nya tidak banyak dan kurang nyaman kalau menurut saya jika membawa anak-anak. Sebagai emak-emak, menurut saya pendopo ciherang tidak ramah anak. Secara keamanan juga kurang aman karena kita tidak boleh melepas begitu saja anak-anak kita karena jembatan dan pinggiran jalannya banyak celah-celah besarnya. Kalau untuk couple sih tempat ini recommended kok.
Sekian cerita ibu put yang sangat latepost ini..
















