Pada kajian pertemuan pertama, ada kutipan yang disampaikan ust. Jundi terkait adab dan ilmu yang membuat aku merefleksikannya begitu dalam.
Ketika seseorang mencari Ilmu dengan Adab maka ;
Allah akan mudahkan memperoleh ilmu tersebut
Allah mudahkan menyerap dan mengamalkan, dan
Allah mudahkan mendapatkan ilmu dan adabnya
Dan ketika mencari ilmu tanpa menggunakan adab, maka Allah cegah untuk mengamalkan.
Berapa kali kita mendengar kajian atau ceramah tentang sabar, syukur, taqwa. Sudah diamalkan belum? jangan jangan terhalangnya kita untuk beramal adalah karena kurangnya kita beradab dalam menuntut ilmu.
Selepas kajian bahkan sampai hari ini terasa sekali ilmu yang sangat sedikit yang dimurajaah apalagi diamalkan. Takut sekali jika selama 21 tahun hidup di dunia tidak benar benar menerapkan adab dalam menuntut ilmu. Tak terbayang bagaimana mempertanggungjawabkannya kelak.
Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, sudah 2 tahun aku memiliki buku Ta’limul Muta’alim karya Imam Az-Zarnuji yang merupakan hadiah dari seorang kakak. Ia menghadiahkan secara tiba-tiba, menjadi perantara Allah untuk membuatku lekas memperbaki adab. Tapi dua tahun berselang ia teronggok begitu saja. Ya Allah, apakah dalam perkara adab saja aku kurang beradab? Astaghfirullah
Selepas kajian itu lekas aku membaca buku tersebut, tak ingin lagi menyianyiakan kesempatan yang Allah berikan. Dan aku sadar tergeraknya hati dan diri ini untuk menyelami lebih dalam terkait adab merupakan pertolongan Allah. Bentuk cinta yang membuatku sangat bersyukur karenanya. Masya Allah
Meski kini masih tertatih untuk mempelajari adab dan menerapkannya. Semoga Allah selalu lapangkan hati dalam menjalani setiap prosesnya, meluaskan syukur atas setiap ketetapannya. Aamiin.
Doakan aku istiqomah ya kawan :”)