Teman seperjalanan
Teruntuk, manusia paling bebal se-planet pluto Apa kabar pluto-mu hari ini? Sudah pernahkah kamu menerima surat pengakuan dari seseorang selama hidupmu sebelum ini? Jika belum, maka bacalah ini dengan sepenuh bahagia yang bisa kau ciptakan. Ini ku tulis saat bumi tengah berganti warna menjadi hitam. Dan maaf jika disini tak akan ku tanyakan sama sekali tentang kabarmu, kamu tentunya sudah sangat tahu jawaban apa yang butuh ku dengar jika bertanya tentang baik yang harus ada pada ragamu. Aku tergerak menulis ini karena tiba-tiba banyak tanya yang ingin melompat keluar dari kepalaku tentang "apa yang terjadi di pluto-mu saat ini? seberapa berantakan hawa disana sampai bisa berefek ke tempatku juga? Sedang menghitam jugakah langitmu disana? Serta pertanyaan-pertanyaan yang.... ahh andai tempat kita berpijak bisa kutarik mendekat sekali ini saja -,- Jangan bingung, tak usah memasang tampang sok polos. Aku seperti ini karena ulahmu sendiri, karena segala tingkahmu yang... yah akhirnya berimbas pada duniaku juga. Kamu tahu? entah sudah berapa orang yg datang mengeluh padaku, merasa ini-itu karena ulah tak bertanggung jawabmu itu. Kita teman seperjalanan bukan? Orang-orang mengenalku sebagai kamu dan kamu sebagai aku kan? Jadi bisakah kita bisa bekerja sama lebih baik lagi untuk perjalanan yg akan datang? Yahh setidaknya jika duniamu disana tiba-tiba berubah musim, beri pertanda lewat apapun agar aku bisa bersiap-siap untuk segala kemungkinan imbas yang bisa sampai di duniaku juga. Bisa? Aku mengharap baikmu sepenuhnya, karena aku ingin menjadi baik juga. Aku sungguh teramat capek, bosan jika kamu terus-terusan berulah seperti ini. Masih banyak jalan yang ingin ku lalui, tapi jika kamu terus-terusan begini maka percayaku untuk sampai akan hilang seketika. Ahhh.. andai teman perjalanan bisa diganti, mungkin aku orang pertama yang akan menunggu diloket antrian. Bukan, bukan karena aku tak menyukaimu sama sekali. Justru karena rasa sukaku akan segalamu yang membuatku ingin menggantimu, membiarkanmu menjadi apa saja yang kamu mau tanpa harus ku protes ini itu. Sekali lagi maafkan jika ternyata pengakuanku seperti ini. Lekaslah membaik segera, sebab jauh dibalik ada-ku, hadirmu lebih banyak ditunggu oleh orang-orang. Lekaslah kembali membaik, perjalanan kita masih teramat panjang. Kawan !! Tertanda, Manusia bumi yang selalu dipenuhi khawatir. * @kitasulawesi












