Surat Terakhir
Kepada, Seseorang di dalam cermin
Halo sayang, kamu tampak lelah sekali hari ini. Bagaimana rasanya melewati Februari yang padat dan sarat akan kesibukan? Ku rasa, kau memang butuh kesibukan seperti ini agar tak ada lagi celah bagi pikiran burukmu untuk meracuni.
Oh iya, jangan mengeluh. Itu peraturannya. Tetaplah kuat, tetaplah hebat. Selalu ingat hal ini, bahwa setiap saat kau merasa kesepian, maka itu tidak berarti kau benar-benar sepi, setiap saat kau merasa sendiri, maka itu tidak berarti kau benar-benar sendiri. (Jika kau tidak percaya pernah punya teman) setidaknya kau punya ayah dan ibu yang luar biasa.
Bahagialah sayang, lupakan sedihmu. Jangan pernah lupa untuk bersyukur, berusahalah untuk tetap bermanfaat. Bukankah masa depan yang kau impikan adalah menjadi dokter yang peduli pada sosial? Capailah itu.
Sedikit lagi Februari usai, semoga Maretmu lebih cemerlang. Semangat koasnya, jadilah dek koas yang bersahaja.
Tertanda,
Seseorang di depan cermin.
Cc : @kitasulawesi











