Padahal ada dzikir tapi masih galau.. #dasarmanusia (at Warungpring, Jawa Tengah, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CIUluMrh3dq/?igshid=nn902yek5rsi

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from France
seen from Canada
seen from China

seen from United States

seen from Singapore
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Russia
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Peru
Padahal ada dzikir tapi masih galau.. #dasarmanusia (at Warungpring, Jawa Tengah, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CIUluMrh3dq/?igshid=nn902yek5rsi
Padahal ada dzikir tapi masih galau.. #dasarmanusia (at Warungpring, Jawa Tengah, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CIUluMrh3dq/?igshid=nn902yek5rsi
Tak Tahu Diri
Seringkali merasa benci pada diri sendiri. Diri ini yang selalu menggembor-gemborkan pada yang lain tentang kekuatan, tapi nyatanya diri ini pun lemah.
Sangat lemah. Merasa kuat saat berhadapan dengan makhluk lain, tapi menjadi rapuh saat sendiri.
Dari semalam, semenjak omongan itu, tiba-tiba saya merasa, "kok begini lagi ya Allah? Kemarin Kau buat aku senang karna doa-doaku yang selama ini aku harapkan diiringi dengan tangisan membuktikan itu sungguh keinginanku menjadi terkabul, tapi sekarang, kenapa berubah lagi? Kenapa Kau tarik semua itu kembali? Kau tarik-ulur hatiku ya Allah, kemarin Kau terbangkan aku, sekarang Kau jatuhkan aku".
Tak tahu apa yang dirasakan hati ini semalam tadi, mau solat isya pun tak bergairah, akhirnya isya terlewat. Saat mau tidur pun, tidak memperhatikan keadaan rumah, yang biasanya beres-beres dulu sebelum tidur, semalam tidak. Wajah kotor pun, tidak dibersihkan.
Sangat badmood.
Mau tidur pun sulit. Hanya bisa melamun saja. Sudah tidak peduli dengan wajah yang kotor. Sudah tidak peduli dengan rumah yang berantakan.
Paginya, solat subuh tanpa rasa, hambar sekali, doa setelah solat pun tidak, langsung melipat mukena.
Kebetulan ini bulan Rajab, yang kemarin niatnya ingin puasa sunnah Rajab pun, akhirnya tidak jadi. Menjadi tidak niat untuk puasa. Habis subuh, langsung makan, lalu tidur lagi. Rumah masih berantakan. Baju kotor pun menumpuk dan berteriak-teriak untuk dibersihkan, tapi saya sungguh tak peduli.
Tidur saja, toh Allah pun tak peduli denganku.
Entah apa yang saya rasakan. Ingin sekali nangis, tapi tidak bisa. Kalau lagi galau seperti ini, saya selalu buka instagramnya Hanan Attaki untuk mencari moodbooster. Di akun beliau banyak sekali video pendek tentang Islam. Saya putar videonya satu per satu. Tidak pernah bosan walaupun sudah dilihat berulang kali. Benar saja, tiba-tiba air mata ini menetes.
Astagfirullah..
Pantaskah aku menghawatirkan masa depanku padahal masa depanku sepenuhnya ada di tangan Dia?
Pantaskah aku merasa kecewa saat doaku belum dikabulkan oleh-Nya padahal Dia lebih tau apa yang terbaik untukku?
Pantaskah aku menjauh dari-Nya karna marah padahal Dia masih memberikanku nafas?
Pantaskah aku merasa Dia tidak adil padahal Dia ciptakan aku dengan fisik yang tidak ada kecacatannya?
Pantaskah aku merasa galau seperti ini padahal aku tau Dia tidak pernah mengecewakan hamba-Nya?
Pantaskah aku lalai dari perintah-Nya padahal banyak sekali nikmat yang telah Dia berikan padaku?
Padahal Allah udah bilang,
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". (Al-Baqarah : 216)
Bisa saja sekarang juga Dia menghukumku dengan kuasa-Nya karna aku yang selalu lalai dari perintah-Nya, tapi Dia tidak lakukan itu. Padahal seringkali diri ini khilaf. Tapi Dia masih saja memberikanku nafas sampai detik ini, masih saja mengizinkan nyawaku menyatu dengan badanku.
Lalu apa alasan manusia yang tak tahu diri ini untuk marah kepada Tuhannya?
Jangan seperti manusia yang tak tahu diri ini ya kawan, jangan sepertiku yang sangat tipis sekali imannya, serahkan saja hidup dan matimu pada-Nya, karna Dia lebih tau mana yang terbaik.
-Manusia tak tahu diri