“He who controls the past controls the future. He who controls the present controls the past.”
― George Orwell, 1984
Ada yang bilang kota adalah tentang persepsi. Ia bisa jadi sangat indah dalam kenang, juga bisa jadi sebaliknya. Dan kota adalah tentang manusia-manusia yang memompa dan mengaliri nadinya.
Bagaimanakah persepsi tentang prasasti masa lalu dan kronik masa kini?
Malam itu di pertigaan Asia Afrika- Braga, saya duduk dan termangu. Di sebelah saya mangkuk bubur telah licin tandas. Kosong. Gelap. Jendela-jendela tua itu juga hitam. De Fritz dan bouvenlightnya seperti tidur, napasnya naik turun teratur. Saya bagai pekerja asuransi ingin memproyeksi berapa nilai hidupnya. Sulit. Ada nilai-nilai abstrak yang hanya ia miliki. Meski tamak dan kehendak kuasa lebih sering mengendalikan materi.
Yang kecil, unik, dan kaya detail seperti komunitas etnis, warisan kota lama, kampung-kampung kota, dan permukiman masyarakat asli, luput dari representasi, dianggap tidak ada, dan tidak terikutkan dalam perencanaan yang top-down.
Malam membunuh bulan. De Fritz tetap diam. Untuk itu semua kita bicara.







