Berbincang dengan Tebing Cheddar
Angin dingin menyertai rinai rintik hujan yang beterbangan seperti salju. Cuaca hari itu jauh dari ideal, tapi aku dan Ayu terlalu sibuk terkesima dengan karya Tuhan yang terpapar mengelilingi kami. Entah apa yang disampaikan mas-mas tour guide dengan aksen British kentalnya, kami berdua berpaku di lantai atas bus wisata dan tak henti merekam keajaiban kelok gemulai deretan tebing seperti menari selama ratusan tahun. Andai aku adalah seorang climber, mungkin saat ini aku sudah melompat dari bus dan menjajal tiap jengkal patahan tebingnya. Di suatu kota kecil, di selatan Bristol, aku dan Ayu terperangkap dalam sebuah heterotopia; ruang antara imajinasi dan realita - Gorge Cheddar.
Kesan pertama begitu menggoda. Gorge Cheddar mengantar kami pada sebuah ruang purba yang terbentuk dari pergerakan lempeng bumi. Tebing-tebing setinggi ratusan meter itu menerima kedatangan kami dengan gagah. Usai mengenal liuk dan skala di ruang antara tebing, kami dipandu untuk memasuki salah satu mulutnya; Gough Cave. Gua yang terletak di level tertinggi di Cheddar ini terbentuk sejak 500.000 tahun silam [1]. Berjalan pelan menapaki lorong demi lorong gua ini membuat kami merasa sangat kecil dalam skala yang berbeda. Konon, gua ini ditemukan pertama kali oleh anak-anak seorang bangsawan yang menjadikannya tempat bermain [2]. Mereka bisa menyusupi patahan kecil hingga bisa masuk dan menemukan relung-relung besar dalam perut bumi dengan stalaktit dan stalagmit megah yang mendiaminya. Menemukan tempat bermain anak-anaknya, sang bangsawan lantas mengadakan eksplorasi terhadap gua tersebut; menemukan fosil manusia purba Cheddar, memetakan labirin di dalamnya, hingga kemudian dapat dikunjungi oleh publik seperti saat kami datangi. Di dalam gua ini pula, dikembangkan proses penyimpanan keju Cheddar dengan menggunakan temperatur dalam gua sejak 100 tahun lalu hingga kini [3].
Puas menjelajahi interior gua, kami berdua beralih pada ruang eksterior Gorge Cheddar; atap tebing! Dimulai dengan menapaki anak tangga di pintu masuk, langkah kami menelusuri setapak rerumputan yang menanjak perlahan. Diam-diam seekor kambing hutan mengamati kami dari balik semak, sejenak menjauh pergi saat didekati. Jika dalam Gough Cave sebagian besar pengunjung adalah orang tua dan anak-anaknya, pula beberapa rombongan anak-anak, pada kawasan trekking tebing kami hanya berpapasan dengan beberapa pasangan pendaki. Saat langkah kami tiba pada level tertinggi, panorama Cheddar memenuhi padangan. Awan tebal bergulung menghampiri bersama keras angin menerpa dari bawah tebing. Kembali rinai menemani kami, tapi apa yang kami saksikan di puncak liuk demi liuk tebing mengalahkan muramnya cuaca hari itu. Dari jauh tampak kota Cheddar yang mungil mengitari reservoir seperti mutiara raksasa di tengah kota. Bicara tentang raksasa, di 64 juta tahun lalu, ruang yang kami pijak adalah hutan subtropis dengan sungai yang mengaliri perbukitan Cornwall, Devon, dan Wales, menuju estuari dan laut tenggara Inggris [4].
A world wide catastrophe, its cause unknown, is about to occur. Many catastrophe, including the great dinosaurs which have ruled this planet for the last 150 steps, will suddenly become extinct. Small-rat like animals that lived under the feet of dinousaurs will survive and begin to take over. They are mammals.[5]
Tak perlu disayangkan bahwa kami hanya bisa bertemu dinosaurus di ilustrasi pada papan penjelasan yang ditemui di perjalanan mendaki. Sore itu, segala rasa ingin tahu menarik kami untuk datang ke Cheddar, bertamu pada megah stalaktit dan stalagmit yang membeku dan terus bertumbuh dalam labirin gua. Tampak luar kemegahan tersembunyi itu adalah tarian tebing dengan tekstur patahan diagonal dimana jejak-jejak kecil kambing hutan menghuninya, menghindari sosok-sosok manusia yang datang pada sebuah destinasi wisata dengan konsep edukasi sekaligus rekreasi. Ah, berhati-hatilah memilih jalan pulang. Ada baiknya memutar kembali melewati anak tangga dan pintu masuk awal, jika ingin menghindari trek pendakian di sisi lain yang berujung pada titik awal kami menikmati tebing dari atas bus wisata. This track is dangerous. Dangerously beautiful.
[1] http://www.cheddargorge.co.uk/explore/goughs-cave diakses 11/09/2015
[2] explanation in audio guide
[3] http://www.cheddargorge.co.uk/explore/goughs-cave diakses 11/09/2015
[4] papan penjelasan di trek mendaki tebing