Vance Dreamtera Son of the Nymphs Age: 160
And his pixies named Mitriss, Deadlin and Small Shady

#dc comics#batman#dc#bruce wayne#dc fanart#dick grayson#tim drake#batfamily#batfam



seen from United States
seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China
seen from China

seen from United Kingdom
seen from China

seen from Singapore

seen from Singapore
seen from China

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Germany

seen from United States

seen from Germany
Vance Dreamtera Son of the Nymphs Age: 160
And his pixies named Mitriss, Deadlin and Small Shady
Antara Ibu, Istri, Pandemi dan Psikologi
Ditengah pandemi ini, ternyata banyak yang stres, karena hal itu, saya mau coba menulis ulang apa yang saya dapatkan dari bu Fery Farhati Ganis. Beliau lulusan Psikologi UGM dan melanjutkan pendidikan S2 di bidang Applied Family and Child Studies di Northern Illinois University. Waktu itu sore-sore beliau mengisi di sebuah acara webinar di Rumah Zakat, tema nya Peran penting seorang ibu, tapi inilah beberapa hal yang saya dapatkan dari beliau:
1. Turunkan ekspektasi agar tidak terlalu lelah.
Ditengah Covid-19 ini, tentu saja kita punya waktu banyak. Seorang ibu mungkin berekspektasi bahwa rumah akan selalu rapih, nyatanya kehadiran anak membuat rumah yang tadinya rapih, berubah mejadi lebih cepat berantakan dibanding rapihnya. Maka menurunkan ekspektasi adalah hal yang bisa dilakukan.
2. Komunikasikan hambatan, dan fleksibel dalam menghadapi situasi.
Komunikasikan hambatan terutama kepada pasangan, bagaimanapun untuk kaum wanita, membagikan perasaan dapat membuat ringan. Fleksibel atau bertoleransi dengan keadaan agar mudah ketika dihadapkan sebuah situasi.
3. Buat rutinitas yang sama setiap harinya, beri arah dan kepastian jadwal.
Kita saja (yang sudah dewasa kadang merasa lelah karena tidak mengenali jam kerja), apalagi anak. Anak belum dapat mematok waktunya sendiri, kapan saatnya bermain, kapan saatnya istirahat, kapan saatnya makan dan seterusnya. Ketika sudah habis waktu belajar, tetapi anak belum selesai mengerjakan tugasnya hingga larut malam, sehari atau dua hari mungkin anak masih sanggup. Tetapi ketika itu terus berulang, ini adalah hal yang tidak sehat. Kita sebagai orang tua membantu mengarahkan anak, ini saatnya belajar, ini saatnya istirahat, jika tugas dari gurunya belum selesai sedangkan teman sekelasnya sudah selesai, kita sebagai orang tua coba komunikasikan kepada pihak sekolah mengenai keadaan anak dan meminta waktu tambahan. Ada juga orang tua yang mengajak anaknya tetap menggunakan seragam sekolah, baju tidur dan baju bermain, sesuai dengan keadaan sehari-hari. Jadi anak dapat dengan mudah menyesuaikan sekarang jadwalnya apa.
4. Kenali emosi, ketika gembira seperti apa, ketika sedih seperti apa.
Kenali keadaan emosi anak, refleksikan apa yang dirasakannya agar anak tidak merasa sedih berlebihan, bagaimanapun mereka bukan hanya bersekolah di rumah, tetapi mereka juga kehilangan kesempatan bermain dan tertawa dengan teman sekolahnya ketika waktu jam istirahat. :)
5. Beri kesempatan berinteraksi dengan orang di luar.
Covid-19 bukan berarti tidak dapat berinteraksi sosial, hanya saja berjarak secara fisik, itu keadaannya. Biarkan anak berinteraksi online dengan temannya, atau sepupu dan keluarga besar lainnya.
6. Sampaikan fakta sesuai apa adanya.
Mungkin ada beberapa orang tua yang ketika diajak untuk keluar rumah oleh anak, kemudian mengambil alasan “nanti ditangkap polisi lho” kemudian anak bertanya, dan dijawab dengan hal menakut-nakuti yang tidak masuk akal lainnya oleh orang tua. Sampaikan fakta sesuai apa adanya, jangan lakukan pembodohan, sampaikan sesuai dengan taraf perkembangannya. Misalkan untuk anak kecil usia TK atau PAUD, ceritakan saja ada sebuah virus kecil, yang sangat kecil, lebih kecil dari mata nya semut (sebutkan sesuatu yang nyata yang anak kenali) dst. Atau jika anak remaja, gali fakta bersama lewat ilmu pengetahuan.
7. Cashflow utamakan untuk barang-barang esensial.
Ada beberapa keluarga yang berkurang pemasukannya dengan adanya Covid-19. Ada juga yang menjadi konsumtif membeli barang-barang yang tidak diperlukan, dan pengeluaran menjadi membengkak. Menjadi ibu atau istri yang kreatif juga bagian dari solusi dalam keuangan keluarga. Cashflow diatur sedemikian rupa agar tidak bocor pengeluarannya atau anggaran bensin dipindah menjadi anggaran lainnya yang lebih urgen.
8. Kita ngga suka dengan ketidakpastian, tetapi kuncinya adalah fleksibilitas, adaptasi dengan situasi yang ada. Ketika galau atau nge-down, ekspresikan kepada pasangan, dekatkan diri dan berserah diri kepada Allah, dengarkan ceramah-ceramah. Ketika kita berserah diri kepada Allah, hati kita akan tenang dari perasaan terombang-ambingnya permasalahan.
9. Batasi medsos; terutama medsos yang membuat diri kita membandingkan dengan diri orang lain, dan terutama ketika kita menjadi lupa untuk bersyukur.
Kadang melihat medsos orang lain, kok seru ya sama anaknya bisa membuat ini itu, menghabiskan waktu dengan bahagia, sedangkan diri kita kok gini-gini aja, rumah jauh dari kata rapih dst. Kita lupa bahwa medsos itu hanya menampilkan 1-5 menit kehidupan orang, atau beberapa detik saja. Dan ngga mungkin mereka membagikan hal yang jelek-jelek seperti misalnya anak menangis dan semacamnya. Dan yang paling parah dari membandingkan diri sendiri ke orang lain, kita jadi lua bersyukur atas keadaan diri kita saat ini.
10. Melihat memori lama adalah salah satu cara untuk meningkatkan kebahagiaan.
11. Lakukan quality time bersama anak dengan cara menonton film bareng, bermain game bareng.
12. Ketika ingin sekali mudik, ingatlah dalam menghadapi Covid-19, dahulukan akal kemudian berdoa. Juga dahulukan ikuti pemimpin dalam menghadapi wabah, ketika pemimpin menyatakan untuk jangan keluar rumah dulu, ya ikuti.
13. Tips dari ibu Fery dalam mendampingi pak Gubernur Anies, beri suplemen dan asupan yang seimbang (madu dan habatussauda), istirahat yang cukup, dan doa. Ada satu doa yang selalu disampaikan oleh ibundanya pak Anies, “Janganlah enkau titipkan urusan anakku kepadanya walaupun hanya sedetik saja tanpa ada pertolonganMu terhadapnya” (redaksinya kurang lebih seperti itu)
14. Tips dari ibu Fery untuk Ramadan kali ini; Ramadan adalah milik Allah, dan agama ini bukan ritual saja (seperti buka bersama, ngabuburit, tarawih atau kebersamaan lainnya) Ramadan itu kalau kita merujuk ke jaman nabi, Ramadan kembali kepada individu, pribadi dan keluarga kecil. Dekatkan diri kepada Allah lebih dekat lagi, karena ini adalah bulannya Allah
Begitu yang saya dapat dari ibu Fery Farhati, kata penutup yang beliau sampaikan,
“Apa yang kita hadapi saat ini, tidak mudah, begitu juga dengan anak-anak kita dan keluarga. Mudah-mudahan kita dapat menjadi sosok yang membuat mereka tenang”
Terimakasih ibu Fery atas sharing nya sore itu :) Online Talkshow live Youtube Channel Rumah Zakat 20 April 2020, dan terimakasih Rumah Zakat, juga teman satu grup WA yang sudah forward flyer nya :) jazakumullah khairan katsira
Ditulis oleh Yunita Sakinatur, di Lembang 28 April 2020 13.35 WIB.
Germany's Merkel to visit Trump, as trade, Iran deadlin... - https://wp.me/p8XyML-nyT - #Deadlin, #Germanys, #Iran, #Merkel, #News, #Trade, #Trump, #Visit
Congressional Leaders Finalize Spending Deal as Deadlin... - https://goo.gl/QcqbNb - #Auto_Insurance, #Congressional, #Deadlin, #Deal, #Finalize, #Leaders, #Spending
Congress urges railroads to meet looming safety deadlin... - https://wp.me/p8XyML-j4L - #Congress, #Deadlin, #Looming, #Meet, #Railroads, #Safety, #Urges, #Us
Gray, Verlander and Darvish in the spotlight on deadlin... - http://wp.me/p8JR1U-3SJ - #Darvish, #Deadlin, #Football, #Gray, #Spotlight, #Verlander