Sapaan dalam ruang maya yang awalnya canggung, lalu menjadi hangat bahkan riuh tak terkendali. Menceritakan apapun yang bisa diceritakan. Berbagi apapun yang bisa dibagi. Entah cerita, tawa, ilmu, keabsurdan bahkan aib(?)
Hingga akhirnya sapaan yang biasanya hanya sekedar maya pun menjadi nyata. Jabatan tangan memulai panjangnya obrolan, pun diisi tawa. Malam yang dingin dikalahkan hangatnya kebersamaan. Detik yang berjalan dikalahkan riuhnya tawa. Dan kantuk dikalahkan obrolan yang semakin intim.
Kalian; keluarga baru yang mungkin tak bisa kutemui di tempat lain, terimakasih atas dering handphone yang tak henti-hentinya berbunyi tapi selalu ditunggu. Terimakasih pula atas ilmu dan cerita yang berbeda. Terkhusus untuk @yanuarindrayani yang selalu tak enggan aku ganggu dengan chat dan pertanyaan pribadi tak pentingku, terimakasih atas semua ilmu dan kata-kata bijaksana yang selalu mampu menguatkan dan membuatku sadar. Dan untuk semua yang telah aku temui dalam nyata, peluk dan suara kalian kini sedang aku rindukan. Semoga disegerakan bertemu kembali, bersama dengan beberapa anggota @kitajatim yang belum merealisasikan temu.
Terimakasih atas segala hal yang belum mampu aku balas, dan maaf jika mungkin ada ucap dan kata menyakitkan yang tanpa sadar aku lontarkan. Semoga bosen tak pernah datang disela kebersamaan kita.