Ketika pilihan menciptakan ruang yang sesak oleh jutaan pengorbanan. Satu dua hal harus tertinggal bahkan terbuang. Kepala tertunduk, mempertanyakan pilihan dan alasan.
Lalu hati bersenandung sholawat, gejolak yang ingin meledak tetiba menjadi sejuk dan tenang. Satu demi satu pertanyaan terjawab, oleh sosok agung pemilik gudang pengorbanan.
Jika dirasa telah mengorbankan harta untuk jalan dakwah, maka sosok Muhammad saw adalah yang pertama.
Jika dirasa telah mengorbankan orang-orang tercinta dan keluarga untuk jalan dakwah, Nabi Muhammad saw, juga telah melakukannya.
Jika dirasa telah mengorbankan anggapan baik orang-orang disekeliling yang dahulu menghormatinya demi jalan dakwah, maka manusia penuh cahaya ini telah rela.
Jika dirasa mengorbankan jiwa dan kehidupan untuk jalan dakwah, maka siapa lagi yang dapat disebut selain Rasulullah Muhammad saw?
Lalu hati tetiba berbalik arah, menanyakan pada diri yang telah merasa banyak berkorban. Pengorbanan sisi mana yang sudah kau lakukan, hingga begitu mudah keluh kesah meluncur dari bibir, wahai diri?
Ah ternyata bukan hal besar, satupun tak bisa melambangkan makna "pengorbanan"
Pengorbanan paling indah yang tergores dalam sejarah memberiku kesimpulan akhir perjalanan. Sehingga wahai diri, ini jalan terindah, pilihan terbaik, InsyaaAllah^^