Rindu ini telah mengendap Ikhlas walau tak berbalas Seperti endapan kopi Yang tak pernah diteguk

seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from China
seen from Australia
seen from Netherlands

seen from Algeria

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Singapore
seen from China

seen from Argentina
seen from Netherlands
seen from Mongolia

seen from Türkiye

seen from Netherlands
Rindu ini telah mengendap Ikhlas walau tak berbalas Seperti endapan kopi Yang tak pernah diteguk
Masih
Bayangmu saja tak sanggup kulupakan. Seperti slide show, kau selalu muncul di benak ini. Dalam mimpi kau sering mampir.
Hangat berhadapan dengan perapian. Binar cahaya langit mengintip di antara ranting. Fokus memandang api yang mulai mengecil. Kemana perginya dia? Ketika suasana menjadi gelap. Asap muscular dan lekas menghilang. Apakah api menghilang pula? (pikirku dalam hati). Teringat ucapan Abah, api itu tidak menghilang, tapi dia kembali. Beda dengan asap yang muncul tiba-tiba lenyap.
I am not hero.
Tak kunjung mata ingin terpejam, ingatanku melanglangbuana ke masa lalu. Cukup, cukuplah sudah! Kenyataan telah memenuhi jagad kehidupan ini. Imajinasi kenikmatan yang nampak nyata senantiasa membuai jalan ini. Sepagi ini kepala dipenuhi berbagai macam hal. Baik dan buruk nampak serupa.
Udara pagi begitu pengap, aku merasa lelah dan lemah. Cemas dan gelisah membumbung tinggi. Gelap dan hanya kegelapan yang ada, di tempat ini tak kan pernah melihat cerah nya mentari. Hanya ada bohlam yang harus dialiri listrik.
Sampai kapan kamu harus melakukan sesuatu yang sebenarnya kamu sendiri tidak suka, bahkan tidak setuju. Sampai kapan otakmu harus terus bertentangan dengan hatimu.
Menolak Ingat.
Kenyataannya urang poho rek nulis naon. Seharusnya postingan ini judul na harus satu huruf. Tingali weh post sebelum ini. Tapi da poho dan lupa.
Dan tak semestinya harus melupakan atau berusaha mengingat. Semoga setelah meredupnya lampu kamar ini, matahari pagi akan tiba dengan tersenyum lebar.
Hei kamu kemana?
I
Indah malam ini, ada kamu tersenyum. Bulan benderang ditemani pelangi di sekelilingnya. Dan aku hanya bisa jauh menatap indahnya malam ini. Si Navicula bernyanyi dalam smartphone temanku. Berbincang sedikit serius tentang kehilangan. Aku berusaha menghipnotis diri, melupakan yang harus dilupakan. Mengingat yang harus diingat. Terima kasih malam, selamat tidur juga rindu.
N
Namun, jangan pernah kecewakan hati yang sedang berlindung padamu.
Di planet yang baru ini aku bertemu dengan dia yang penghuni dunia di planet ini.
Sudah itu saja cerita ketika melintas dimensi, dan akan berlanjut…
aku hanya ingin merindukanmu, seperti saat menangis,meraba malam pencarian atas segala jumpa. aku ingin menyusuri bentang waktu, dan menemukan rasa yang pernah terasa.
Mukti-Mukti