Kali ini aku berada di Bumi, ya di planet ini tempat aku mengambil berbagai kenikmatan yang ada. Bumi ini telah menyelesaikan perputarannya terhadap matahari, dia memiliki orbitnya sendiri dan akan selalu seperti itu hingga dia lelah. Dalam perjalanannya dia mengalami rotasi yang membuat gelap dan terang. Cukuplah bumi seperti itu harusnya, sementara aku wajib merawatnya sebagai bagian dari bumi.
Redupnya lampu kamar masih membuat terjaga. Memaksa jari-jemari menari pada papan ketik, kubiarkan AIM memberi nada-nada random. Mengiringiku memutar arah jarum jam kembali melompati waktu. Pandangan ini berubah layaknya film dokumenter menghadirkan visualisasi yang sudah pernah aku saksikan sebelumnya.
Terasa cepat, teringat Dominic Toretto ketika memacu mobil Dodge Chargernya. Ya tak terasa namun tak ada banyak yang berubah. Hanya pandangan yang berbeda ketika telah melewati berbagai peristiwa. Segalanya terjadi begitu saja, ulat pun bermetamorfosis menjadi cantik. Bersamaan dengan terbit dan tenggelamnya matahari.
Pada akhirnya itu telah terlewati dan terjadi, tak ada yang bisa dirubah. Saatnya melanjutkan perjalanan menembus kabut, melewati belantara. Tanpa pernah tau apa yang akan kita hadapi. Semoga sang mentari tetap menyinari, rembulan selalu hadir dan semesta memberkati.