Tantangan hari pertama berjalan lancar. Liburan kali ini ada misi yang harus dijalankan yaitu mengambil dan menyelesaikan kursus 'downhill ski'. Sebenarnya sih sempat mikir, udah berumur begini ya kenapa ambil ini kursus, lagian saya sudah bahagia dengan bisa 'cross country ski' 😁 Namun, demi anak tersayang ya saya lakukan juga. Dari dulu kami mencoba menawarkan A untuk belajar downhill namun selalu dijawab: "Näää, I don't need to do it now Mama" "Näää, I am scared if I couldn't brake and I fall" Liburan 'sportlov' pertamanya, A bersemangat setelah tahu Mamanya akan mengambil kursus downhill ski. Tentu saja dia tidak mau kalah, bagi A, mengalahkan Mamanya adalah suatu kebahagiaan 🙈 Dia melihat Mamanya punya banyak kemampuan yang dia ingin saingi. Jadi bisa dibilang dia tidak rela kalau Mamanya bisa downhill ski dan dia tidak, apalagi A tahu kalau Papa P bisa downhill, waaaah semakin dia tidak rela 🤣 Hari ini tentu saja A melakukannya lebih baik dari saya. Namun dia melihat dengan mata kepala sendiri kalau mamanya keras kepala dan tidak mau menyerah sebelum menyelesaikan tantangan kali ini. Walaupun seperti terlihat di video, masih kalah sama anak 1 tahun 🙈 tapi setidaknya sudah bisa bolak balik naik ski lift yang paling pendek 5 kali dalam waktu 1 jam 🤪🤣🙈 Merambat tapi pasti judulnya. Kakunya minta ampun tapi percaya diri terlalu tinggi untuk bisa 🤣🙈 *ini mah ngeyel namanya yaks* Besok, kita lihat apakah saya bisa lebih lancar dan belajar suatu hal baru. One step at a time! Semangaaaaaat!!! Note! Video diambil oleh Papa P yang bahagia melihat istrinya akhirnya terjun juga ke downhill 🤪 #demajourney2021 #demaMarch21 #demamenulis #demaodyssey #demabelajarhalbaru https://www.instagram.com/p/CL4rl1XJUQH/?igshid=1ew0yvpear80x