Suatu hari, seperti biasa, kami mengobrol sambil naik sepeda dalam perjalanan pulang dari sekolah A. 🧑: "Mama, aku punya kejutan buatmu. Kita buka saat sampai di rumah" 👩🦱: "Waaaah, terima kasih. Ga sabar pingin lihat apa kejutannya" ....dilanjutkan dengan mengobrol tentang bagaimana harinya di sekolah berjalan. Sampai di rumah, sehabis mencuci tangan, saya duduk di meja dapur yang beralih jadi meja dimana saya membuat karya tangan saya. A menghampiri sambil membawa amplop putih berukuran sedang. 🧑: "Ini kejutannya Mama, bisa dibuka sekarang" Saya mengeluarkan satu persatu isi dari amplop tersebut dan isinya adalah seperti yang terlihat di foto. Sebuah cerita tentang 'Sagan om Vanten' cerita tentang sebuah sarung tangan yang hilang dan akhirnya dijadikan rumah oleh beberapa binatang. Cerita ini sudah berkali-kali diceritakan secara lisan oleh A dan dia dengan bangganya menceritakan bahwa sarung tangan merah tersebut dia jahit sendiri dengan jarum jahit di sekolah dan dia juga mewarnai sendiri setiap karakter di cerita tersebut. A bercerita bahwa ketika menjahit sarung tangan tersebut, tangannya sempat tertusuk jarum namun dia bilang bahwa hanya sakit sedikit. Hasil karya ini jua yang memberikan inspirasi tentang sebuah keinginan... 🧑: "Boleh ga, aku punya mesin jahit sendiri?" 👩🦱: "Nanti kita lihat dulu ya Non, apakah ada mesin jahit buat anak-anak." Memeluknya dan berharap bahwa dia akan terus belajar menggali potensinya dan tidak menyerah ketika tantangan ada di hadapannya. #demaodyssey #demajourney2020 #demamenulis #demaokt2020 #mobilephotography https://www.instagram.com/p/CGzxYN1n-6E/?igshid=1s64lje38hp5x
















